Kontakperkasa Futures – Euro gelar penurunan dalam empat hari terakhir terhadap dolar karena data ekonomi yang mendukung Bank Sentral Eropa untuk menambah stimulus bulan ini, sementara The Fed mulai mengarah untuk menaikkan suku bunga.

Euro kemarin jatuh ke level terendahnya dalam sembilan tahun terakhir karena rilis data menunjukkan harga konsumen di wilayah ini turun untuk pertama kalinya sejak 2009, memperkuat argumen untuk pembelian obligasi skala besar oleh ECB. Dolar naik tajam dalam tiga pekan terakhir terhadap yen kemarin pasca rilis risalah dari pertemuan terakhir The Fed terbaru terkait spekulasi kenaikan suku bunga paling cepat dilaksanakan pada bulan April. Dolar Aussie melemah dalam dua hari terakhir terhadap kiwi Selandia Baru ke level terendahnya.

Euro stagnan pada level $1,1834 pukul 09:00 di Tokyo kemarin, ketika menyentuh level $1,1802, level terendah sejak Januari 2006 lalu. Penurunan hari kelima akan menjadi penurunan beruntun terpanjang sejak Mei lalu.

Dolar berada di level 119,29 yen, pasca sebelumnya menguat 0,7 persen kemarin ke level 119,26 yen. Yen stagnan pada 141,15 per euro.

Dolar Australia ditransaksikan pada level NZ$ 1,0395 dari level NZ$ 1,0379 setelah kemarin jatuh ke level NZ $ 1,0355, terlemah sejak tahun 1983 lalu. (izr)

Sumber: Bloomberg