PT KONTAK PERKASA – Harga komoditas emas sempat menyentuh level tertinggi enam pekan, sebelum tergelincir pada akhir perdagangan di Amerika, Kamis.

Emas spot mencapai US$ 1.264,99 per ons troi, level tertinggi sejak 15 Juni, sebelum ditutup turun 0,15% ke posisi US$ 1.258,66 di New York.

Sementara, emas untuk pengiriman Agustus di Comex ditutup naik 0,84% menjadi US$ 1.260 per ons troi. Sesi sebelumnya, harga emas berjangka ini terkoreksi sebelum rilis kebijakan The Fed. Di pasar Asia, Jumat pagi, harga emas bergulir tipis ke level US$ 1.259,70 per ons troi.

Koreksi emas pada Kamis malam terjadi seiring rebound dollar AS. The greenback menguat didukung data ekonomi Paman Sam yang solid. Ekspor barang modal utama buatan AS meningkat pada Juni. Ini peningkatan lima bulan berturut-turut.

Penguatan dollar menekan emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut. Sebab, investor yang membeli dalam mata uang lainnya akan mendapatkan harga yang lebih mahal.

Pelaku pasar juga mencerna pernyataan The Fed yang berencana segera mengurangi stimulus. Bank sentral AS tampak kurang percaya diri soal inflasi, namun memberi sinyal akan segera mengurangi kepemilikan obligasi yang besar seiring kepercayaan pada pulihnya ekonomi AS.

“Rebound dollar menempatkan sedikit tekanan pada emas hari ini. Kebijakan pembelian kembali obligasi The Fed kemungkinan besar akan berefek, dan kita akan melihat suku bunga mulai naik dan itu bisa memberi sedikit tekanan pada emas dan sedikit dorongan pada indeks dolar,” kata Phillip Streible, Broker komoditas senior di RJO Futures seperti dilansir CNBC, Kamis.

FedWatch CME Group menyebutkan, Kamis, para pedagang melihat 49% kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga pada Desember mendatang. “Menimbang bahwa The Fed melihat risiko ekonomi jangka pendek bersifat netral, saya rasa pasar akan memperkirakan kenaikan suku bunga yang ketiga setidaknya di kuartal ini,” kata Mark To, Kepala riset Hong Kong’s Wing Fung Financial Group.

Source : kontan.co.id