PT KONTAK PERKASA – Emas rebound dari level terendah lima bulan di pasar Amerika Serikat, Rabu (13/12). Logam mulia bangkit di tengah koreksi dollar AS.

Mengutip CNBC, Rabu, harga emas spot melonjak 0,93% menjadi US$ 1.255 per ons troi pukul 3.04 siang waktu setempat. Pada sesi Selasa, harganya sempat jatuh di US$ 1.235,92 per ons troi, terendah sejak 20 Juli.

Sementara, harga emas berjangka untuk pengiriman Februari di Comex-AS ditutup naik 0,56% menjadi US$ 1.248,50 per ons troi. Emas bahkan sempat melompat 1,34% pada sesi intraday.

Di pasar elektronik Asia, Kamis (14/12), emas berjangka lanjut reli ke posisi US$ 1.256,50 pukul 07.10 WIB.

Sejak awal pekan, jelang rapat dua hari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), harga emas cenderung turun. Namun, Rabu, saat Ketua Federal Reserves akhirnya mengumumkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis point menjadi 1,25% hingga 1,50%, harga emas berbalik menguat.

Penguatan ini terjadi di tengah pelemahan dollar AS. Mata uang Paman Sam jatuh setelah data menunjukkan lambannya pertumbuhan indeks harga konsumen, bertentangan dengan sinyal bahwa inflasi mungkin menguat. Ini menunjukkan bahwa Fed mungkin menaikkan suku bunga lebih lambat pada tahun depan. The Fed telah menaikkan suku bunga dua kali tahun ini dan diperkirakan akan menaikkan bunga tiga kali lagi pada 2018.

Indeks dollar jatuh ke level 93,64 setelah pengumuman Fed. Apalagi, pengganti Yellen, Gubernur Fed Jerome Powell telah mengisyaratkan ia memiliki pendekatan hati-hati untuk menaikkan suku bunga.

Dollar AS semakin tertekan setelah Doug Jones dari Demokrat mengalahkan wakil Republik, Roy Moore dalam pertarungan Senat AS di Alabama pada Selasa. Seperti diketahui, Partai Republik berencana memberlakukan pemotongan pajak yang akan merangsang perekonomian. Namun, tampaknya akan sulit dicapai setelah seorang perwakilan Demokrat memenangkan kursi Senat AS di Alabama. Ini akan mengurangi suara mayoritas Republik di Senat.

“Secara teknikal, support fibonacci berada di sekitar US$ 1.240 dan posisi di bawah level tersebut dapat memicu penurunan lebih lanjut,” kata Saxen Bank Hansen, seperti dilansir CNBC, Rabu.

Sedangkan, analis di ScotiaMocatta mengatakan, indikator momentum menunjukkan emas bisa mencapai level terendah Juli di US$ 1.204,90 per ons troi.

Source : kontan.co.id