KontakPerkasa Futures – Emas menggelar reli dari level tujuh pekan terendah pasca pembeli Cina kembali dari liburan selama sepekan terakhir dan investor menilai prospek kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve di AS

Bullion untuk pengiriman segera ditransaksikan pada level $1,205.26 per ons pada pukul 9:07 pagi di Singapura dari level $1.205 pada Rabu, menurut harga generik Bloomberg. Emas naik sebesar 0,4 persen pada 25 Februari lalu, rebound dari level tujuh pekan terendahn di level $1,190.52 pada 24 Februari.

Ketua The Fed Janet Yellen, bersaksi didepan kepada komite Senat pada hari Selasa, menunjukkan bahwa perubahan dalam pedoaman terkait biaya pinjaman tidak akan mengunci para pembuat kebijakan mengenai waktu kenaikan, membantu saham AS menguat ke rekor baru tertinggi. The Fed berjanji ‘bersabar’ untuk menaikkan suku bunga berarti peningkatan tidak mungkin terjadi untuk ‘setidaknya beberapa pertemuan berikutnya’, katanya. Dolar jatuh untuk hari kedua pada Rabu, karena Yellen bersaksi di depan House komite.

Indeks Spot Dollar Bloomberg, yang mengukur mata uang AS terhadap 10 mata uang utama, memperpanjang kerugian pada hari Rabu kemarin dan turun 0,3 persen pekan ini. Tipe perdagangan Emas biasanya kontra terhadap dolar, sementara kenaikan suku bunga yang lebih tinggi dapat memangkas daya tarik bullion sebagai karena emas menawarkan keuntungan hanya melalui kenaikan harga.

Volume untuk kontrak acuan Shanghai Gold Exchange meningkat lebih dari dua kali lipat pada hari Rabu kemarin dari 17 Februari seiring investor di China, konsumen emas terbesar kedua di dunia, mulai kembali dari liburan.

Emas untuk pengiriman April naik sebesar 0,3 persen ke level $1,204.70 per ons di Comex. Perak untuk pengiriman segera berada di level $16,5648 per ons dari level $16,5698. Spot platinum naik sebesar 0,1 persen ke level $1,172.88 per ons, sedangkan paladium mendatar pada level $808,05 per ons. (izr)

Sumber: Bloomberg