Kontakperkasa Futures – Emas berada di dekat level tiga minggu tinggi pasca tenggelamnya harga minyak dan ekuitas picu keuntungan harian jangka terpanjang sejak Oktober lalu karena investor menunggu rilis risalah dari pertemuan terakhir Federal Reserve untuk panduan tentang kebijakan moneter AS.

Bullion untuk pengiriman segera ditransaksikan pada level $1,216.83 per ons pada pukul 9:51 pagi di Singapura dari $1,218.58 kemarin, ketika harga naik untuk hari ketiga ke level $1,223.19, tertinggi sejak 16 Desember lalu, menurut harga generik Bloomberg. Logam, jatuh selama dua tahun terakhir, rebound dari level terendah satu bulan di level $1,168.34 pada 2 Januari di tengah penurunan harga minyak dan kekhawatiran Yunani berpotensi akan keluar dari zona euro.

Indeks Spot Dollar Bloomberg menuju rekor penutupan tertingginya sebelum rilis risalah dari pertemuan 16-17 Desember lalu hari ini, ketika bank mengatakan akan ‘bersabar’ ketika mempertimbangkan waktu kenaikan suku bunga pertama sejak 2006 lalu. Harga Emas dalam euro naik ke level tertinggi sejak September 2013 lalu sebelum rilis data inflasi yang dapat mendorong Bank Sentral Eropa untuk memulai pembelian surat hutang. Saham global jatuh untuk hari keempat seiring minyak mentah di New York mendekati level terendah sejak 2009 lalu.

Emas untuk pengiriman Februari ditransaksikan pada level $1,216.80 per ons di Comex di New York dari level $1,219.40 kemarin, ketika emas berjangka naik ke level $1,223.30, harga tertinggi sejak 16 Desember.

Kepemilikan emas di SPDR Gold Trust, jatuh ke level terendah sejak September 2008 lalu kemarin, pasca naik pada 5 Januari kemarin untuk pertama kalinya dalam dua pekan terakhir (izr).

Sumber: Bloomberg