Emas bertahan di atas level terendahnya sejak Januari sebelum Federal Reserve mengakhiri pertemuan kebijakan selama dua hari yang diharapkan untuk melakukan pemangkasan stimulus lebih lanjut pada saat bank sentral lain memacu perekonomian mereka.

Emas untuk pengiriman segera ditransaksikan pada level $1,237.58 per ons pada pukul 1:53 siang di Singapura dari level $1,235.55 kemarin, harga naik untuk hari kedua, menurut harga generik Bloomberg. Emas turun ke level $1,225.67 pada senin kemarin, terendah sejak 9 Januari lalu, dan indeks kekuatan relative (RSI) 14-hari tertahan di bawah angka 30 untuk hari keempat kemarin, menandakan harga mungkin bersiap untuk rebound.

Emas menghentikan rallynya selama 12 tahun terakhir pada tahun 2013 lalu seiring the Fed bersiap untuk mengurangi pembelian aset bulanan, yang telah dilakukan selama enam kali tahun ini. Pejabat otoritas the Fed sekarang mempertimbangkan waktu kenaikan suku bunga, mendorong penguatan terhadap dolar. Di China, konsumen terbesar bullion dunia, bank sentral menyediakan likuiditas sebesar 500 miliar yuan ($81.4 miliar) ke lima bank terbesar negara itu, Sina.com melaporkan kemarin.

Bank Sentral Eropa (ECB) telah memangkas suku bunga pinjaman utama ke rekor terendahnya dan mengatakan akan membeli efek sekuritas beragun aset untuk meningkatkan perekonomian. Di Jepang, pemerintah menyatakan akan menyiapkan rencana cadangan untuk stimulus. (izr)

Sumber: Bloomberg