PT KONTAK PERKASA – Seiring harga emas yang terus melonjak, permintaan untuk investasi emas pun juga meningkat. Data World Gold Council menunjukkan bahwa permintaan emas pada tahun 2018 sudah mencapai 1.164 metrik ton untuk investasi dari total permintaan emas mencapai 4.396 metrik ton. Karena permintaan yang tinggi tersebut, inovasi investasi emas kini telah berkembang menjadi emas digital.

Investasi emas digital tak berbeda jauh dengan investasi emas fisik pada umumnya. Emas digital ini hanya memudahkan transaksi emas dari yang awalnya bersifat konvensional berubah dengan bisa diakses melalui platform digital.

CEO PT Tamasia Global Sharia, Muhammad Assad mengatakan, bahwa pasar emas digital ini menyasar generasi milenial. Dia membuktikannya dengan jumlah pengguna Tamasia yang saat ini sudah mencapai 200.000 user, 70% di antaranya merupakan generasi milenial . “Sisanya ada yang di bawah umur 20 tahun dan di atas 40 tahun,” ujar Assad.

Menurut dia, penyebab emas digital ini diminati oleh generasi milenial adalah kemudahan dalam transaksi. Assad mengatakan bahwa sebelumnya, orang kalau ingin investasi emas harus pergi ke toko emas. Sedangkan saat ini, emas fisik dapat dilakukan melalui platform digital.

Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Stephanus Paulus Lumintang mengatakan bahwa emas digital menjadi pilihan baru untuk investasi emas bagi generasi millenial. Paulus menilai generasi millenial sangat agresif dalam investasi emas. “Mereka agresif untuk mengejar tingkat pengembalian atau tingkat keuntungan dari sebuah investasi yang dilakukan dengan penuh perhitungan yang sangat matang,” jelas Paulus.

Sebagai bursa, Paulus menganggap investasi emas digital ini sebagai lapangan baru. Dia menambahkan bahwa BBJ sangat terbuka dengan inovasi emas digital ini.

Dalam pelaksanaannya, investasi emas digital ini sudah dilindungi oleh peraturan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) nomor 4 tahun 2019. Peraturan tersebut menjadi landasan operasional penyelenggaraan pasar fisik emas digital di Indonesia.

Kepala Bappepti Sahudi menerangkan bahwa sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk melindungi masyarakat dalam kegiatan investasi fisik emas digital. Dia menyebutkan bahwa salah satu yang harus diatur dalam peraturan Bappepti adalah izin usaha bagi penyelenggara investasi fisik emas digital. “Salah satunya penyelenggara harus menyimpan 20 kg fisik emas dalam depository,” jelas Sahudi.

Sebagai salah satu penyelenggara investasi emas, saat ini Tamasia memproses izin usaha tersebut. Assad mengatakan bahwa saat ini proses yang telah dilalui sudah mencapai 70%. Tamasia termasuk dalam empat penyelenggara yang sedang mengurus keanggotaan dalam bursa berjangka.

Assad mengatakan minat pasar terhadap investasi emas digital sedang mengalami kenaikan. Dari bulan Juni lalu, Assa menyebutkan telah terjadi peningkatan transaksi emas digital sebesar 125%.

Selain itu, Assad juga berpendapat bahwa prospek investasi emas cukup bagus. Dia menilai, ini terjadi karena banyak faktor yang menyebabkan investasi emas menjadi pilihan terbaik untuk kondisi saat ini. “Melihat dari banyak ketidakpastian seperti kondisi ekonomi dan politik global serta bank sentral yang memangkas suku bunganya, emas menjadi pilihan terbaik untuk saat ini,” ujar Assad.

Source : kontan.co.id