PT KP PRESS – Harga emas bertahan di atas level US$ 1.490 per ons troi di awal perdagangan Asia, Senin (21/10). Di tengah ketidakpastian seputar penundaan Brexit. Mengutip Bloomberg, pukul 10.57 WIB, emas pasar spot pada level US$ 1.490,29 per ons troi atau menguat 0,02%.

KONTAK PERKASA FUTURES – Sedangkan, emas berjangka pengiriman Desember 2019 ke level US$ 1.493,40 per ons troi atau melemah tipis 0,05%. Asal tahu saja, Pemerintah Inggris bersikukuh akan keluar dari Uni Eropa (Brexit) pada 31 Oktober meski Perdana Menteri Boris Johnson mengirim surat ke parlemen untuk meminta penundaan Brexit.

PT KONTAK PERKASA – Mengutip Reuters Minggu (20/10), pusaran Brexit telah berputar liar dalam sepekan terakhir antara kemungkinan Inggris keluar dari Uni Eropa pada 31 Oktober dan kesepakatan yang dicapai Johnson pada Kamis dan penundaan, setelah ia dipaksa untuk meminta penundaan Brexit pada Sabtu malam.

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Kekalahan Johnson di parlemen Inggris atas urutan pengesahan ratifikasi dari perjanjian itu membuat dirinya dihadapkan pada Undang-Undang yang disahkan yang menentang Brexit tanpa kesepakatan. Hal ini membuatnya meminta penundaan Brexit hingga 31 Januari.

Harga emas berusaha rebound pasca terkoreksi pekan lalu

Harga emas berusaha rebound setelah terkoreksi di akhir pekan lalu. Senin (21/10) pukul 07.41 WIB harga emas untuk pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange ada di US$ 1.494,50 per ons troi, naik tipis 0,03% dari akhir pekan lalu yang ada di US$ 1.494,10 per ons troi.

Pekan lalu harga emas melorot pasca ada kabar kesepakatan Brexit. Uni Eropa mendukung kesepakatan Brexit baru dengan Inggris pada Kamis (17/10) pekan lalu.

“Fokusnya adalah pada Brexit. Risiko tidak ada kesepakatan Brexit turun dan secara keseluruhan sentimen di sisi Brexit meningkat, tetapi itu hanya ketidakpastian pemilihan,” kata analis ABN Amro, Georgette Boele seperti dikutip Reuters.

Di sisi lain, analis SP Angle Sergey Raevsky mengatakan, data ekonomi AS dan China yang tidak begitu baik dan mendukung pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut akan kembali mendorong harga emas.

Menurutnya, momentum fundamental emas masih positif karena stimulus bank sentral masih dalam agenda, ekonomi global masih berjuang menghadapi perang dagang dan adanya risiko geopolitik di Timur Tengah.

Source : kontan.co.id