Emas masih bertahan hingga saat ini meski pasar saham yang sempat merosot dan komoditas logam lainnya ikut menurun akibat investor yang menunggu tanda-tanda dari suku bunga Amerika Serikat (AS) dalam pidato oleh Gubernur Federal Reserve, pada hari Senin (12/9).

Melansir dari Bloomberg, emas pada perdagangan kemarin berada pada level US$ 1.327,52 per ons troi pukul 11:11 siang waktu London. Sebelumnya, emas sempat jatuh sebesar 1,6% dalam tiga hari perdagangan. Sementara itu, perak juga mengalami penurunan sebesar 0,7% yang merupakan penurunan dengan memasuki hari keempat ke level US$ 18.911,2 per ons troi.

Asal tahu saja, probabilitas akan The Fed untuk menaikkan suku bunganya pada pertemuan yang dilaksanakan tanggal 20-21 September mendatang naik menjadi sebesar 30% Jumat pekan lalu, dari sebelumnya hanya sebesar 22%.

KONTAK PERKASA FUTURES – Sementara itu di sisi lain, Lael Brainard menjadi penampilan yang juga dijadwalkan oleh gubernur bank sentral sebelum terjadinya pertemuan kebijakan bulan ini.

dari sumber lain,
Emas kembali mengalami penurunan ke level rendah kisaran harga USD1327 akan tetapi diperkirakan akan kembali rebound bullish menuju resistance pada kisaran harga USD1334.

Setelah beberapa minggu sebelumnya sempat menunjukkan kinerja terbaiknya, Emas pun kembali anjlok dan kali ini ketidakpastian mengenai langkah berikutnya FED walaupun telah semakin sirna. Kekuatiran geopolitik yang berpusat di uji coba nuklir terbaru Korea Utara saat ini masih terus membayangi situasi politik di dunia. Hal ini tercermin karena disebabkan saham global bergerak pada keadaan lebih rendah setelah Korea Utara melakukan uji coba nuklirnya.

Source : kontan.co.id-seputarforex.com