PT KONTAK PERKASA – Perdagangan komoditas beberapa waktu ini khususnya emas terlihat belum ada pergerakan cukup besar. Tapi untuk hari Rabu (23/1) mulai ada perubahan untuk pergerakan emas. Pasalnya pasar saat ini tengah digoncang dengan adanya sebuah sinyal ketidakpastian konflik dagang AS-China. Beberapa waktu lalu memang ada sebuah indikasi adanya perbaikan hubungan antara kedua negara ekonomi terbesar di dunia tersebut. Tapi hari ini mulai ada beberapa indikasi sinyal ketidakpastian sehingga sentimen resiko mulai mencuat.

Pantauan pergerakan komoditas emas hari ini akibat konflik dagang AS-China terlihat pada emas berjangka Comex New York yang hanya mampu naik tipis saja sebesar 0,03 persen menuju ke level harga perdagangan $ 1,283,85. Sementara itu pada lawan dagang utama emas yaitu Dolar AS, juga terlihat belum ada pergerakan besar berdasarkan indeks Dolar AS pengukur greenback terhadap beberapa mata uang utama. Sebelumnya Indeks Dolar AS mampu mencapai titik tertinggi dalam tiga minggu terakhir pada angka 96,148.

Beberapa rilis data ekonomi yang dilaporkan cukup mengecewakan membuat ketertarikan investor dan pelaku pasar terhadap Dolar mulai turun. Seperti pada data mengenai penjualan rumah AS yang jatuh ke angka terendah dalam waktu tiga tahun terakhir untuk bulan Desember yang membuat Dolar turun. Selain itu negara pemegang aset safe haven yaitu Jepang juga melaporkan data ekonomi ekspor dan impor yang turun jauh dari harapan.

Sementara itu China juga turut terpuruk akibat konflik dagang AS-China yang tidak kunjung memberikan kepastian bernada positif. Senin lalu data pertumbuhan perekonomian China anjlok mencapai titik terendah dalam 30 tahun terakhir. Selain itu data mengenai pesanan pabrik juga turun. Terlebih selama Gedung Putih memberikan pernyataan bahwa menolak kunjungan pejabat China ke Washington untuk menegosiasikan masalah perdagangan mereka pada minggu ini.

Source : inforexnews.com