KONTAK PERKASA FUTURES – Investasi bodong masih terus mengintai. Itu sebabnya, Rifan Financindo Berjangka, perusahaan pialang berjangka bidang perdagangan berjangka komoditi bersama dengan Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX) dan Kliring Berjangka Indonesia menyelenggarakan serangkaian edukasi dan sosialisasi.

Program ini berlangsung di Pekanbaru, Semarang, Medan, Palembang dan Surabaya mulai  Agustus – November 2017.

Sasaran kegiatan edukasi dan sosialisasi ini adalah masyarakat umum, media dan mahasiswa. Adapun edukasi bagi media dalam bentuk media workshop serta lomba penulisan jurnalistik industri perusahaan pialang berjangka bagi media di lima kota,

Sosialisasi dan edukasi ini  menggandeng dunia pendidikan melalui kerjasama dengan beberapa universitas  dalam program Futures Trading Learning Center.

Saat ini, Futures Trading Learning Center telah hadir di 20 universitas di Indonesia. Salah satunya Universitas Sriwijaya yang baru saja melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama program ini dengan jangka waktu lima tahun.

Selanjutnya  Futures Trading Learning Center  akan dibuka di beberapa kampus negeri dan swasta di Surabaya, Jakarta, dan Bali. Saat ini Indonesia baru memiliki 2,500 tenaga pialang yang memiliki sertifikat dari Bappebti, sedangkan tenaga yang dibutuhkan dua kali lipatnya.

Tujuan  Futures Trading Learning Center guna memberikan pemahaman sejak dini mengenai industri perdagangan berjangka komoditi serta menciptakan SDM yang siap dan berkualitas, serta menjadi calon investor masa depan.

“Kami merasa perlu  bersama-sama memajukan industri perdagangan berjangka komoditi di Indonesia dan salah satunya mendorong potensi investor lokal seperti Pekanbaru, Semarang, Medan, Palembang dan Surabaya,” terang.Teddy Prasetya, Chief Business Officer PT Rifan Financindo Berjangka, dalam rilis (Kamis (26/10).

Menurutnya, potensi  industri ini sangat besar dan dapat meningkatkan perekonomian Indonesia. Rifan Financindo Berjangka  menargetkan, volume transasi sistem perdagangan alternatif (SPA) sebesar 500.000 lot di akhir tahun 2017. “Di kuuartal ketiga 2017, volume transaksi kami sudah mencapai 84% dari target,” terang Teddy.

Sedangkan  Secretary Division Head Bursa Berjangka Jakarta, Tumpal Sihombing menambahkan, BBJ menargetkan bisa meraih 5 juta investor dari 110.000 akun yang saat ini bertransaksi. “Dana masyarakat yang saat ini telah masuk ke transaksi perusahaan berjangka komoditas sebesar  Rp 1,6 triliun. Struktur jumlah itu masih kecil dibandingan dengan instrumen industri keuangan lainnya,” terang Tumpal.

Source : kontan.co.id