KONTAK PERKASA FUTURES – Persoalan investasi yang menjanjikan keuntungan besar seakan tidak ada habisnya. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pada tahun 2014 ada 262 perusahaan yang terindikasi melaksanakan investasi bodong.

Saat ini jumlahnya justru makin banyak. OJK mencatat jumlahnya naik menjadi 406 perusahaan.

Perusahaan ini tidak memiliki izin dari OJK, namun kemungkinan memiliki izin dari instansi lain.

“Pada tahun 2014 ada 262 perusahaan yang diindikasikan melakukan investasi ilegal, saat ini sudah 406 meningkat signifikan memang,” kata Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan Departemen Penyidikan OJK, Tongam L Tobing, di Hotel Aston Sentul, Bogor, Sabtu (4/6/2016).

Bertambahnya jumlah perusahaan ini menurut Tongam dikarenakan masih banyaknya masyarakat yang gampang tergiur untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda.

“Orang Indonesia mudah tergiur dengan investasi dengan imbalan bunga tinggi. Ditawari yang pengembalian tinggi, masuk orang itu,” jelas Tongam.

Ia menjelaskan perusahaan itu hanya memberikan keuntungan pada awalnya, tapi hanya bertahan tidak lama. Sesudah itu, pemberian keuntungan bunga maupun bonus akan mandek. Hal ini terjadi karena mereka menggunakan skema ponzi dalam menjalankan bisnisnya.

“Investasi ini untungnya pada level pertama dan kedua saja. Nanti kalau perusahaan nggak bisa bayar lagi (kasih keuntungan) mereka seolah-olah websitenya down, pembenaran sistem lah, padahal sudah nggak bisa bayar,” papar Tongam.

Source : detik.com