PT KONTAK PERKASA – Tiga indeks utama Wall Street dow naik pada hari Selasa (14/8) dengan S&P 500 membukukan kenaikan terkuatnya dalam tiga minggu terakhir.

Serangkaian laporan pendapatan yang sehat mendorong optimisme investor. Rebound lira Turki juga meredakan kekhawatiran akan terjadinya penularan krisis yang lebih luas.

Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average mengakhiri penurunan beruntun empat hari.

Lira Turki mendapatkan kembali pijakan sehari setelah jatuh ke titik terendah sepanjang waktu. Rebound tiba karena bank sentral negara itu mengambil langkah mengurangi tekanan pada mata uang.

Saham-saham bank-bank utama AS berbalik arah dengan sektor keuangan S&P menutup sesi naik 0,9%.

Investor juga fokus pada hasil kuartal kedua karena musim pelaporan semakin dekat ke garis finish. Sejauh ini, dari 458 perusahaan di S&P 500 yang telah membukukan hasil, 79% di antaranya telah melampaui perkiraan Wall Street.

“Apa yang telah kami saksikan sejauh tahun ini adalah bahwa perkiraan pendapatan yang meningkat telah benar-benar menjadi faktor pendorong di belakang kinerja pasar,” kata Bill Northey, wakil presiden senior di USS Bank Wealth Management di Helena, Montana.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 112,22 poin (0,45%) menjadi 25.299,92. Indeks S&P 500 naik 18,03 poin (0,64%) ke 2,839.96. Nasdaq Composite menambahkan 51,19 poin (0,65%) menuju 7.870,89.

Seluruh 11 sektor utama dalam S&P 500 ditutup di wilayah positif.

Volume di bursa AS kemarin mencapai 5,89 miliar saham, lebih tipis dibandingkan dengan 6,43 miliar rata-rata selama 20 hari perdagangan terakhir.

Bursa Wall Street menanjak di awal perdagangan, Selasa (14/8), setelah saham-saham perbankan rebound menyusul menguatnya mata uang lira Turki. Laba sejumlah emiten yang melebihi perkiraan juga ikut menopang bursa saham Amerika Serikat (AS).

Lira Turki pulih setelah Bank Sentral Turki mengurangi tekanan pada mata uang dengan membatasi transaksi swap. Imbasnya, lira menguat 7% ke level 6,4 per dollar AS. Penguatan lira membuat saham perbankan bangkit.

Saham-saham bank besar AS seperti Citigroup, JPMorgan, Wells Fargo, Bank of America, Goldman Sachs naik antara 0,2% hingga 0,7%.

“Krisis mata uang Turki tidak akan tumbuh lebih besar. Saat ini investor fokus lagi pada hal yang penting yakni data ekonomi AS dan laba perusahaan,” kata Michael Antonelli, Managing Director Institutional Sales Trading Robert W. Baird di Milwaukee kepada Reuters.

Hingga Selasa (14/8) pukul 9.51 waktu AS, indeks Dow Jones Industrial Average naik 46,60 poin atau 0,19% ke level 25.234,30. Lalu indeks  S&P 500 menanjak 8,22 poin atau 0,29% ke 2.830,15, serta indeks Nasdaq Composite naik 11,50 poin 0,15% menjadi 7.831,20.

Pasar juga mengabaikan komentar dari Presiden Turki Tayyip Erdogan bahwa negaranya akan memboikot produk elektronik dari AS termasuk iPhone buatan Apple.

Pasar lebih mencermati kinerja keuangan emiten AS. Dari 455 perusahaan yang masuk S&P 500 yang telah melaporkan kinerja sejauh ini, menurut data Thomson Reuters, sebanyak 79% diantaranya meraup laba yang melampaui perkiraan analis.

Source : kontan.co.id