KONTAK PERKASA FUTURES – Berita dugaan penggunaan bahan baku kadaluarsa yang sedang membelit Pizza Hut dan Marugame Udon belum menyebabkan lonjakan bagi bisnis Domino Pizza dan Pizza Marzano punya PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI).

Seperti kita ketahui, di pasaran saat ini kedua merek untuk panganan khas Italia ini kerap bersaing untuk memperebutkan pasar.

Menurut Fetty Kwartati, selaku Sekretaris Perusahaan PT Mitra Adiperkasa Tbk, pihaknya masih belum dapat memastikan di lapangan apakah akan terjadi kenaikan penjualan pizza di Domino’s pekan ini. “Karena kasus tersebut baru bergulir dua hari,” katanya kepada kami, Selasa (6/9).

Melihat kasus ini sedang marak, Fetty buru-buru mengklaim bahwa semua bahan baku yang dipergunakan dalam membuat pizza di Domino’s sudah mendapatkan pengawasan langsung dari bagian quality control (QC) Domino’s sendiri.

Sementara itu untuk target bisnis dari restoran ini, Fetty mengaku tidak dapat menjelaskan. Begitu juga soal target dan kontribusi bisnis dari Domino’s kepada kinerja Mitra Adiperkasa. Sebab, MAPI saat ini sudah bukan lagi menjadi pemilik mayoritas saham pada PT Dom Pizza Indonesia, sebagai pengelola jaringan restoran Domino’s di Indonesia.

Berdasarkan laporan keuangan dari MAPI teranyar, perusahaan ini masih mempunyai kepemilikan 49% atas PT Dom Pizza Indonesia (lihat tabel). Target bisa tercapai yang jelas, untuk bisnis PT Dom Pizza Indonesia ini bagi Mitra Adiperkasa tetap masuk dalam ranah bidang industri jasa makanan dan minuman atau disebut juga food and beverages (F&B).

Menurut Fetty, bisnis F&B terbilang lumayan dalam urusan menyumbang kontribusi pendapatan terhadap kinerja dari MAPI. Adapun porsi bisnis untuk restoran dan kafe terhadap total pendapatan dari MAPI pada semester I-2016 mencapai 12% lebih kecil ketimbang periode yang sama 2015 yakni 12,9%.

Adapun rata-rata pertumbuhan bisnis F&B di Mitra Adiperkasa 15%-20% per tahun. Ini adalah merupakan pertumbuhan bisnis terbesar dari seluruh bagian bisnis perusahaan ritel ini. Makanya, MAPI tengah berusaha menambah gerai penjualan F&B sampai akhir tahun 2016 ini. Perusahaan ini berencana menambah 55 gerai F&B lagi sampai akhir tahun ini.

Dari target tersebut, setengahnya sudah bisa terealisasi. Tahun ini, MAPI sudah mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 600 miliar. Sebagian untuk ekspansi pembukaan gerai yang anyar. Nah, hingga semester I-2016, dana ini telah terpakai Rp 350 miliar.

Sampai saat ini MAPI sudah mempunyai sekitar 307 merek gerai F&B. “Usaha ini masih tetap kuat walau kondisi ekonomi makro masih belum stabil,” timpalnya. Meski demikian, kontribusi F&B bagi pendapatan MAPI masih belum begitu besar.

Fetty menyebutkan sektor ini baru berkontribusi sekitar 12% saja dari total pendapatan. Maka dari itu, dengan menambah gerai lini bisnis ini, akan diharapkan kontribusi pendapatan dapat bertambah. Sayang ia tidak memerincinya.

Yang jelas, aksi bisnis pada bidang kafe dan restoran adalah salah satu bagian dari usaha MAPI untuk bisa mengejar target pertumbuhan bisnis hingga mencapai 11% sampai akhir tahun ini. Maklum, di semester pertama tahun 2016 ini, pertumbuhan bisnis perusahaan ini baru mencapai 9% saja.

Secara total, Mitra Adiperkasa menargetkan dapat menambah sekitar 200 gerai penjualan (termasuk bisnis F&B) sampai akhir tahun 2016 ini. Ini setara dengan luas untuk area toko sekitar 50.000 meter persegi (m²). Peritel ini sangat yakin target bisa tercapai lantaran permintaan mulai membaik.

Source : kontan.co.id