KONTAK PERKASA FUTURES – Dollar Amerika Serikat (AS) lebih bertenaga ketimbang mata uang utama dunia Jumat pagi (28/9). The Greenback juga diperdagangkan di kisaran tertinggi sembilan bulan terhadap yen Jepang.

Dollar AS mendapat tenaga dari data ekonomi AS dan pernyataan Federal Reserve yang memberikan sinyal akan mempertahankan kenaikan bunga sampai tahun depan.

Berdasarkan data Kamis, Produk Domestik Bruto AS tumbuh 4,2% pada kuartal kedua 2018 dan menjadi pertumbuhan ekonomi AS paling kencang dalam empat tahun terakhir. Data lainnya menunjukkan permintaan barang tahan lama naik 4,5% pada Agustus, berbalik setelah melemah 1,2% pada Juli.

Pagi ini, dollar AS diperdagangkan di ¥ 113,39, dan sempat mencapai level tertinggi sejak Desember 2017 di posisi ¥ 113,47 per dollar AS.

Seiring dengan penguatan dolar AS, imbal hasil obligasi AS juga melandai. Yield US Treasury turun tajam setelah The Fed menaikkan bunga pada Rabu lalu dan mempertahankan keinginannya untuk menaikkan bunga.

“Reli penguatan dollar AS juga ditopang faktor musiman, seiring dengan investor AS kembali membawa dollar di akhir bulan,” kata Yukio Ishizuki, senior forex strategist Daiwa Securities di Tokyo.

Dia melihat, dolar AS masih dalam tren penguatan terhadap yen dalam jangka waktu pendek, seiring berakhirnya pertemuan tingkat tinggi AS-Jepang, serta selisih bunga kedua negara yang makin lebar.

EUR/USD juga diperdagangkan lebih rendah di US$ 1,1636, setelah tadi malam merosot 0,9%. Sedangkan GBP/USD juga flat di US$ 1,3074 setelah merosot 0,7% overnight.

Pairing USD/CHF ditransaksikan dekat level terendah satu bulan, yaitu pada 0,9782. Sedangkan AUD/USD bertahan di level US$ 0,7205 setelah kehilangan 0,7% pada Kamis.

Source : kontan.co.id