KontakPerkasa Futures – Dolar jatuh tajam dalam hampir lima bulan terakhir pasca sebuah laporan menunjukkan penjualan ritel turun lebih dari perkiraan, keraguan pada laju pertumbuhan ekonomi AS, yang telah menjadi salah satu dari beberapa titik terang dalam ekonomi global.

The Fed sedang mempertimbangkan kapan harus menaikkan suku bunga di tengah gelombang pelonggaran global yang telah dilakukan lebih dari 10 bank sentral yang menambah stimulus tahun ini dalam upaya untuk mendorong pertumbuhan. Bank sentral Swedia baru-baru ini kembali melakukan pelonggaran kuantitatif, mengirimkan krona ke level terlemah sejak April 2009 lalu.

Indeks Spot Dollar Bloomberg tergelincir 1 persen ke level 1,163.11 pukul 05:00 di New York, penurunan terbesar sejak 18 September lalu, berdasarkan data pada 2004, ditutup pada level tertinggi sepanjang masa pada Rabu kemarin.

Dolar tergelincir 1,1 persen ke level 119,11 yen dan 0,6 persen ke level $1,1403 per euro. Yen menguat pasca laporan bahwa Bank of Japan pembuat kebijakan mengaggap pelonggaran lebih lanjut yang kontraproduktif. (izr)

Sumber: Bloomberg