Dolar naik untuk hari kedua, menghapus penurunan sejak rilis risalah dari pertemuan terakhir Federal Reserve yang menunjukkan pembuat kebijakan khawatir ekonomi AS mungkin menghadapi risiko dari perlambatan di seluruh dunia.

Mata uang AS menguat terhadap sebagian besar dari 31 mata uang utama. Yen telah menguat pekan ini terhadap euro karena Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengatakan ada indikasi perekonomian zona eropa kehilangan momentumnya, mendorong permintaan untuk aset haven. Dolar Australia jatuh untuk hari kedua pasca laporan menunjukkan kredit rumah secara tak terduga turun, sementara krone Norwegia turun akibat percepatan laju inflasi kurang dari perkiraan ekonom.

Indeks Dollar AS naik 0,5 persen ke level 85,93 pukul 15:52 waktu New York. Indeks turun sebesar 0,9 persen selama lima hari terakhir, menghentikan beruntun mingguan terpanjang sejak tahun 1971, saat perjanjian Bretton Woods yang menyeret mata uang AS hingga emas jatuh.

Dolar sedikit berubah pada level 107,77 yen, dan bersiap menuju penurunan mingguan sebesar sebesar 1,8 persen, yang pertama sejak periode yang berakhir 8 Agustus lalu. Mata uang AS naik sebesar 0,7 persen ke level $1,2607 per euro. Yen terapresiasi sebesar 0,7 persen ke level 135,89 per euro. (izr)

Sumber: Bloomberg