KontakPerkasa Futures – Dolar menguat karena pasar mata uang memutuskan, mempertimbangkan untuk kedua kalinya, bahwa Federal Reserve masih berada di jalur untuk menaikkan suku bunga tahun ini.

Pedagang mempunyai pandangan yang berbeda pada Rabu lalu, aksi jual greenback pasca rilis risalah dari pertemuan Januari bank sentral menunjukkan para pembuat kebijakan berpendapat untuk menjaga tingkat suku bunga lebih lama. Pada hari Kamis kemarin, mata uang AS menguat ke level tertinggi dalam lebih dari sepekan terakhir terhadap sejumlah mata uang utama seiring klaim pengangguran turun tajam melebihi perkiraan diperkuat spekulasi bahwa pertumbuhan ekonomi AS yang melampaui rekan-rekan global.

Mata uang AS mendatar pada level $1,1365 per euro pukul 8:46 di Tokyo. Dolar menguat sebesar 0,3 persen pada Kamis pasca pernyataan Menteri Keuangan Jerman menyarankan menolak usulan Yunani untuk perpanjangan pinjaman penyelamatan sebelum mengadopsi sikap dasar perundingan. Dolar naik 0,1 persen ke level 119,03 yen, menambah keuntungan 0,1 persen Kamis kemarin..

Indeks Dollar Spot Bloomberg Indeks melonjak sebesar 0,5 persen ke level 1,167.35 pada hari Kamis, kenaikan terbesar sejak 11 Februari lalu. (izr)

Sumber: Bloomberg