KontakPerkasa Futures – Dolar diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam 12-tahun terhadap euro setelah tanda-tanda pelemahan ekonomi China menyoroti keberuntungan divergen dari ekonomi terbesar kedua di dunia.

Greenback mempertahankan penguatannya jelang laporan hari ini yang diperkirakan akan menunjukkan penjualan ritel AS naik tajam dalam setahun, memperkuat kasus bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga dalam tahun 2015. Dolar Australia memimpin penurunan komoditas mata uang pada hari Senin akibat penurunan dalam pertumbuhan perdagangan diperkuat oleh kekhawatiran laporan China dalam pekan ini bahwa output ekonomi melambat sejak terjadinya resesi global.

Mata uang AS tersebut sedikit berubah di level $ 1,0572 per euro pada pukul 8:05 pagi di Tokyo, setelah naik 0,4% pada Senin kemarin. Dolar mencapai level $ 1,0458 pada 16 Maret lalu, yang merupakan level terkuat sejak Januari 2003. Terhadap yen, greenback diperdagangkan di level 120,08 dari sebelumnya di 120,13.(frk)

Sumber: Bloomberg