KontakPerkasa Futures – Dolar Aussie menyentuh level terendahnya dalam 3 minggu terakhir seiring melemahnya neraca perdagangan menambah dampak penurunan harga bijih besi dan ekspektasi penurunan suku bunga.

Pada pukul 12:00 siang waktu setempat, mata uang lokal diperdagangkan pada level US75.84c, kemarin turun dari level US76.28c.

Sebelumnya mencapai level terendah sebesar 75,75 sen AS, yang merupakan level terendahnya sejak 12 Maret lalu, dan tidak jauh dari level 6 tahun terendah.

Neraca perdagangan Australia tetap dalam zona merah dengan defisit sebesar $ 1.26 miliar pada bulan Februari, dibandingkan dengan defisit pada bulan Januari sebesar $ 1,0 miliar.

Data ini meluas sejalan dengan ekspektasi, tetapi lebih rendah dari bulan-bulan sebelumnya, menekan momentum untuk mata uang lokal, menurut Western Union Business Solutions pakar mata uang Steven Dooley.

Meningkatnya harapan Reserve Bank Australia (RBA) untuk memangkas suku bunga pada Selasa depan, terkait menurunnya harga bijih besi ke level terendahnya semalam, membebani mata uang Dolar Australia, kata Dooley.

Pada bulan Juni 2015 kontrak obligasi berjangka tenor 10 tahun diperdagangkan pada angka 97,700 (menyiratkan hasil 2.300 %), naik dari angka sebelumnya 97,665 (2,335 %), Rabu.

Pada bulan Juni 2015 kontrak obligasi berjangka tenor 3 tahun berada di angka 98,360 (1.640 %), naik dari angka sebelumnya 98,320 (1.680 %). (knc)

Sumber : MarketSpectator