KontakPerkasa Futures – Gejolak perekonomian masih akan dialami negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Tantangan bagi ekonomi Indonesia masih berasal dari faktor eksternal dan internal.Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo mengatakan, pada sektor eksternal fenomena penguatan dolar Amerika Serikat (AS) atau Super Dollar masih menjadi tantangan bagi sejumlah negara.”Perbaikan ekonomi Amerika Serikat membuat dolar semakin menguat, adanya Super Dollar kecenderungan yang terus menguat,” ungkap Agus di Plaza Bapindo, Kamis (21/5/2015).

Selain fenomena super dollar AS, dia menyebutkan pelemahan perekonomian global dan melemahnya harga komoditas dunia juga menjadi kendala di perekonomian Indonesia. “Padahal komoditi andalan ekspor kondisi itu memberi tekanan dan berdampak nasional,” katanya.

Sekadar informasi, pagi ini nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS hari ini masih terjebak di kisaran Rp13.100 per USD. Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) berada di level Rp13.146 per USD.

(mrt)

Sumber