Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka bergerak liar pada pembukaan awal pekan (22/8). Mengutip data RTI, pada pukul 09.26 WIB, indeks mencatatkan penurunan 0,12% menjadi 5.409,06. Padahal, pada pembukaan pagi, indeks sempat melaju hingga ke posisi 5.435,192.

Kendati demikian, investor asing masih banyak membeli saham-saham Indonesia. Pagi ini, pembelian bersih (nett buy) asing di seluruh market sebesar Rp 85,7 miliar. Sedangkan di pasar reguler, nilai nett buy asing sebesar Rp 80,7 miliar.

Ada 101 saham yang tertekan. Sementara, jumlah saham yang naik sebanyak 109 saham dan 85 saham lainnya diam di tempat.

Volume transaksi perdagangan hari ini melibatkan 1,131 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 803,242 miliar.

Ada empat sektor yang mengeluarkan sinyal merah. Tiga sektor dengan penurunan terbesar antara lain: sektor barang konsumen turun 0,68%, sektor keuangan turun 0,37%, dan sektor agrikultur turun 0,22%.

KONTAK PERKASA FUTURES – Saham-saham indeks LQ 45 yang menghuni posisi top losers pagi ini antara lain: PT Hanson International Tbk (MYRX) turun 2,4% menjadi Rp 163, PT Elnusa Tbk (ELSA) turun 1,94% menjadi Rp 505, dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun 1,73% menjadi Rp 3.970.

Menurut Taye Shim, Kepala Riset Daewoo Securities, investor akan menanti pidato Pimpinan The Federal Reserve Janet Yellen pada 26 Agustus mendatang. Mereka menanti, apakah bank sentral AS itu siap untuk mendongkrak suku bunga acuannya dalam jangka pendek.

“Mengingat IHSG sudah mencapai level tertingginya tahun ini pada 18 Agustus lalu, kami menduga akan terjadi aksi profit taking,” jelas Taye.

Bursa Asia juga tertekan

Bursa Asia dibuka di zona negatif pada transaksi pagi ini (22/8). Mengutip data Bloomberg, pada pukul 09.07 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,1% menjadi 139.

Sementara itu, data CNBC menunjukkan, pasar Korea Selatan menorehkan penurunan terdalam pada transaksi pagi ini. Indeks Kospi tercatat turun 0,54%, di mana hampir seluruh sektor terlihat tertekan.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,16%. Sedangkan indeks ASX 200 Australia bergerak flat di level 5,523,20. Sektor energi dan bahan baku turun masing-masing 0,36% dan 0,85%.

Source : kontan.co.id