PT KONTAK PERKASA FUTURES – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada pertengahan pekan ini. Rabu (10/1) pukul 9.11 WIB, IHSG menguat 31,04 poin atau 0,50% ke 6.404,95.

Seluruh sektor menguat, dengan kenaikan tertinggi pada sektor perkebunan 1,46% dan sektor perdagangan 1,33%. Sektor pertambangan dan aneka industri naik masing-masing 0,82%.

Sedangkan dua sektor dengan kenaikan paling kecil adalah sektor keuangan 0,25% dan sektor konstruksi 0,33%.

Top gainers LQ45 adalah:
– PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) 3,93%
– PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) 2,50%
– PT United Tractors Tbk (UNTR) 3,14%

Top losers LQ45:
– PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) -1,11%
– PT PP Properti Tbk (PTPP) -0,99%
– PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) -0,91%

Investor asing mencatat net buy Rp 72,22 miliar di seluruh pasar. Pembelian bersih terbesar adalah saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) Rp 45,1 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 8,7 miliar, dan UNTR Rp 5,3 miliar.

Penjualan bersih terbesar, terdiri dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 4,6 miliar dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) Rp 1,1 miliar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal memperbarui rekor. Pada penutupan perdagangan Selasa (9/1), IHSG justru tergelincir 12,26 poin atau setara 0,19% ke posisi 6.373,15.

Padahal, sesi kemarin, indeks acuan berhasil mengukir rekor penutupan tertinggi sepanjang masa di level 6.385.

Mengutip RTI, lima sektor saham membebani indeks. Sektor aneka industri jatuh paling tajam yaitu 1,22%. Meski demikian, lima sektor lainnya masih menguat, dipimpin pertambangan dengan kenaikan 0,63%.

Tercatat 187 saham ditutup melemah, berbanding 161 saham yang naik. Bloomberg mencatat, saham PT Unliever Indonesia Tbk (UNVR) paling membebani indeks. UNVR menggerus indeks sebesar 6,34 poin setelah terkoreksi 1,65% ke level Rp 53.500.

Saham lainnya, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) juga menekan indeks masing-masing 5,69 poin dan 5,58 poin. Pasalnya, saham GGRM terpangkas 3,77% ke level Rp 81.600, dan saham TLKM turun 1,41% menjadi Rp 4.200.

Sepanjang hari ini, investor mentransaksikan sekitar 10,01 miliar saham, dengan nilai perdagangan Rp 7,82 triliun. Mayoritas investor asing  melancarkan aksi beli dengan membukukan pembelian bersih atau net buy di pasar reguler senilai Rp 449,76 miliar. Asing juga menorehkan net buy di seluruh pasar sebesar Rp 573,54 miliar.

Source : kontan.co.id