PT KONTAK PERKASA – Spekulasi perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang lebih cepat ketimbang pasar menerbangkan dollar AS. Rupiah hari ini, Senin (29/5) terkena imbas pelemahan akibat penguatan dollar AS.

Di pasar spot, rupiah tercatat melemah 0,2% ke Rp 13.320 per dollar AS. Sementara mengutip kurs referensi Bank Indonesia tadi pagi, rupiah tercatat melemah 0,13% ke Rp 13.312 per dollar AS.

Ekonom PT Bank Permata Josua Pardede menyatakan, pelemahan tak hanya terjadi pada rupiah saja. “Beberapa mata uang Asia lainnya, seperti dollar Singapura, juga ikut melemah karena penguatan USD,” kata Josua.

The Greenback mampu menguat setelah dirilisnya data awal pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I-2017 pada Jumat (26/5) lalu. Pertumbuhan ekonomi AS disebut tumbuh 1,2% melampaui perkiraan pasar sebesar 0,9%.

“Data tersebut juga jadi menaikkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed Juni mendatang,” kata Josua. Kenaikan suku bunga acuan AS diperkirakan akan berjalan tepat waktu sehingga membuat dollar AS menguat.

Analis Monex Investindo Futures Agus Chandra mengakui, pelemahan rupiah hari ini lebih banyak diakibatkan laju dollar AS. Namun, dia melihat, pelemahan rupiah bersifat terbatas.

Penguatan dollar AS terbatas setelah Korea Utara disebut melakukan lagi uji coba rudal balistik tadi pagi. “Fokus pasar terbagi ke percobaan rudal balistik Korea Utara, sehingga rupiah tidak melemah tajam,” ujar Agus.

Sementara itu, pidato Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi malam nanti diperkirakan mampu membuat rupiah kembali menguat. “Kalau pidato Draghi mampu mendorong EUR naik, rupiah jadi memiliki ruang untuk menguat terhadap dollar AS besok,” kata Agus.

Source : kontan.co.id