Para netizen menyatakan harapan Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir akan dapat mengalahkan pasangan dari Malaysia dan mengibarkan bendera Indonesia dalam final ganda campuran badminton pada Olimpiade Rio, Brasil.

Indonesia dan Malaysia akan memperebutkan medali emas pertama di Olimpiade Rio setelah pasangan dari kedua negara masing-masing menundukkan Cina dan melaju ke final.

Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir menundukkan unggulan utama dari Cina Zhang Nan dan Zhao Yunlei dengan 21-16, 21-15 sementara pasangan Malaysia Chan Peng Soon dan Goh Liu Ying mengalahkan Xu Chen dan Ma Jin, juga dengan dua set.

Tontowi-Liliyana mengalahkan pasangan Malaysia ini dalam babak penyisihan Sabtu (13/08) dengan skor 21-15 dan 21-11, dan juga pada kejuaraan Malaysian Open April lalu.

Harapan dikumandangkannya Indonesia Raya dengan menyabet medali emas diangkat para netizen melalui media sosial pada final yang akan diselenggarakan Rabu (17/08) pada hari kemerdekaan Indonesia.

Ratusan komentar setelah kemenangan Tontowi-Liliyana ini termasuk dari Indra Suraya melalui Facebook yang menulis, “Dengan semangat 45 dan dalam rangka HUT RI ke 71, semoga medali emas pertama dipersembahkan ke bumi pertiwi.”

Sementara Dedi Prakoso mengatakan, “semoga lagu kebangsaan kita berkumandang dengan gagah dan lantang di Rio berkat medali emas yang akan Anda Raih.”

Liliyana Natsir popular di Twitter Indonesia dan juga disinggung lebih dari 13.000 kali.

Rekor Liliyana-Tontowi lebih baik

Melalui situs Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia, Liliyana mengatakan, “Setelah ini kami akan melakukan evaluasi dan mempelajari permainan lawan. Di Olimpiade ini apapun bisa terjadi. Kita biasanya waspada sama top rangking, tapi malah tidak waspada sama pemain yang tiba-tiba muncul. Jadi kami harus waspada dan jangan lengah. Kasih penampilan yang terbaik. Jangan takabur dan tetap fokus. Siapa yang lebih siap itu yang menang. Tinggal adu mental aja.”

KONTAK PERKASA FUTURES – “Meskipun rekor pertemuan kami lebih baik, kami harus tetap fokus dan tidak boleh lengah. Mudah-mudahan kami bisa main lebih baik dari hari ini dan menuntaskan semuanya dengan baik,” tambahnya.

Pelatih ganda campuran Richard Mainaki berharap kedua pemain ‘fokus ke lapangan’ walaupun menang di babak penyisihan.

Sementara itu Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat PBSI Rexy Mainaki berharap Tontowi/Liliana harus fokus.

“Mereka diminta jangan merasa udah menang, tetap humble dan tekad, fokus dijaga terus, dan yang penting berdoa serahkan semua perjuangan mereka kepada Tuhan,” jelas Rexy kepada BBC Indonesia.

Sementara di Malaysia, Perdana Menteri Najib Razak melalui akun Twitternya, menulis, “Selamat kemenangan Chan Peng Soon, Goh Liu Ying…selangkah lagi menuju emas…#KamiTeamMalaysia.”

Para pengguna media sosial juga menggunakan tagar #MalaysiaBoleh (atau Malaysia bisa) dalam menyambut kemenangan ini dan mendorong tim yang bertanding di Rio.

Posting kemenangan semifinal di akun Goh Liu Ying dibagikan hampir seribu kali dengan komentar antara lain dari Kenny Kong Suy Choy yang menulis, “Pertama-tama selamat untuk Chan dan Liu Ying yang telah membuat semua orang Malaysia bangga,” dan Jack Yap mengatakan, “Perak ditangan…semoga bermain dengan tekanan berkurang di final….Malaysia Boleh.”

Sampai Selasa (16/08), Indonesia berada di posisi 52 di daftar perolehan medali sementara dengan dua perak sementara Malaysia di tempat ke-57 dengan satu perak.

Negara Asia Tenggara lain yang telah memperoleh medali emas adalah Thailand dengan dua emas sementara Vietnam dan Singapura masing-masing satu emas.

Amerika Serikat masih memimpin dalam perolehan medali dengan 26 emas disusul oleh Inggris dan Cina.

Source : bbc.com