KONTAK PERKASA FUTURES – Pemerintah memperkirakan akan terdapat 4 instrumen investasi yang dapat menampung dana berjumlah ratusan triliun rupiah yang masuk ke dalam negeri. Arus dana masuk tersebut merupakan akibat dari kebijakan pengampunan pajak atau yang juga disebut tax amnesty.

Ada empat instrumen yang diperkirakan akan jadi penampung dana repatriasi diantaranya adalah dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN), Surat Utang Korporasi, reksa dana yang mempunyai underline infra struktur, serta Reksa Dana Pemilikan Terbatas (RDPT).

“Instrumennya yang akan kita prediksikan, surat utang itu bisa berupa surat utang pemerintah seperti SBN, surat utang BUMN juga bisa, surat utang korporasi juga bisa itulah surat utang yang dapat masuk. Bisa juga reksa dana yang underline-nya infrastruktur serta RDPT,” ucap Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan, setalah rapat dengan banggar, di Gedung DPR, Jakarta, Senin, 20 Juni 2016.

Instrumen itu yang ditawarkan lewat manajer investasi, sedangkan apabila di bank, dana repatriasi itu akan masuk ke special deposit account tax amnesty serta diusahakan masuk lewat trustee suaya tetap bisa dimonitor.

“Lewat bank juga bisa deposito special deposit account tax amnesty bisa juga katanya NCD (negotiable certificate deposit), nah yang lewat bank kita usahakan lewat trustee yang ada di bank agar sifatnya bisa dimonitor tidak seperti account yang di counter biasa,” terang Robert.

Agar dana tersebut tidak dapat ditarik begitu saja, pemerintah akan memberlakukan holding periode yang berupa batas waktu yang diusulkan, dana yang ada tersebut tidak boleh ditarik dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan yang telah ditentukan.

Berdasarkan keterangan Robert, instrumen investasi tersebut ibarat sebagai pintu masuk. Nantinya setelah melewati jangka tertentu, bisa dialihkan ke instrumen investasi yang lain.

“Kan holding period ditentukan di UU, nanti keputusan tim panja Kalau tiga tahun ya tiga tahun meskipun holding period tiga tahun kan bisa beli obligasi yang lima tahun boleh saja setelah tiga tahun dia bisa jual,” kata Robert. – Kontak Perkasa Futures

Source : detik.com