PT KONTAK PERKASA – PT Blue Power Technology (BPT), anak perusahaan CTI Group, bekerja sama dengan Cyberinc (AS) meluncurkan solusi dari ancaman malware, yaitu ISLA Web Malware Isolation System pada Selasa (1/8). BTP memutuskan untuk mendistribusikan ISLA di Indonesia lantaran banyaknya serangan cyber melalui web browser yang semakin mengkhawatirkan.

“Kami mencoba berkontribusi dengan tidak diam melihat kejadian security yang mengkhawatirkan. Sangat mengerikan kalau terjadi di kita. Karena di satu sisi penggunaan internet di Indonesia memiliki growth paling tinggi, namun tidak diimbangi dengan edukasi penggunaan yang baik,” ujar Lugas M. Satrio , Presiden Direktur BPT dalam Konferensi Pers Guaranteed Isolation to Defeat Malware di Jakarta.

Menurut Lugas, dengan tidak diimbanginya edukasi penggunaan internet yang baik, para pengguna lupa saat berselancar di internet, sebenarnya meningkatkan potensi pihak lain untuk mengakses data kita tanpa izin. “Kita terkadang lupa kalau kita browsing sebenarnya membuka pintu orang lain untuk mengeksploitasi data kita. Melalui ISLA, kita berusaha untuk mencegah itu,” jelas Lugas.

ISLA Web Malware Isolation System mencegah web code yang tidak terpercaya, termasuk web malware yang dikenal maupun tidak dikenal yang masuk ke dalam firewall jaringan perusahaan. ISLA secara fisik memisahkan dan mengisolasi web browser dan semua kode, termasuk potensil web malware di dalam appliance ISLA. Ide pembuatan ISLA muncul dari SpaceX (American Aerospace and Space Transport Industry) yang dipasarkan Cyberinc.

Selama dua pekan ke depan, BPT akan melakukan demo unit ISLA. Setelahnya, ISLA akan mulai dipasarkan. Lugas masih belum bisa menyebutkan harga per unit ISLA, karena masih mencoba menyesuaikan harga dengan market lokal. Tentunya dengan harga yang menguntungkan dan kompetitif.

BPT akan menyasar beberapa institusi besar yang membutuhkan keamanan dari malware, seperti perbankan, perusahaan, dan pemerintah. Lantaran bersistem appliance, satu unit ISLA berkapasitas paling kecil 50 session dan paling besar 2.000 session.

ISLA baru bisa digunakan untuk laptop, PC, dan sejenisnya. Sedangkan untuk mobile browser belum bisa. Lugas masih belum bisa memproyeksikan kontribusi ISLA dalam target marketing sales perusahaan tahun ini.

Ke depan, kata Lugas, BPT akan membawa produk-produk lain untuk industri-industri yang membutuhkan. “Nah, kami ke depannya akan bawa lebih banyak produk yang broadband, broad industry. Kami belum ke manufaktur, edukasi, hospitality, dan lain-lain. Kami lagi cari produk untuk masuk ke industri tersebut,” ucapnya.

Source : kontan.co.id