KONTAK PERKASA FUTURES – Terjadi kenaikan pada harga minyak mentah menyusul laporan pemerintah amerika serikat yang menampilkan stok minyak mentah berkurang selama sembilan minggu berturut-turut. Harga minyak West Texas Intermediate yang ditujukan untuk pengiriman Agustus naik 29 sen menjadi $44,94 per barel di New York Mercantile Exchange. Disisi lain, minyak patokan Brent untuk kontrak pengiriman September naik 1,1% atau 51 sen menjadi $47,17 barel per dolar pada ICE Futures Europe.

Laporan badan administrasi energi AS memperlihatkan cadangan minyak berkurang selama sembilan minggu berturut-turut, yang merupakan penurunan terpanjang sejak 1982, menjadi 619,5 juta barel. Pasokan yang lalu sempat menyentuh level puncak dalam 87 tahun terakhir pada pekan ke-4 April. Matt Sallee dari Tortoise Capital Advisors berbicara bahwa minyak mentah sedang konsolidasi serta akan bergerak menguat.

“Penurunan minyak mentah kembali menegaskan pandangan kami. Pasar sedang ada dalam masa pengetatan,” ucapnya seperti yang dilansir Bloomberg. Kilang minyak di amerika serikat menggenjot produksi sejumlah 0,9% ke level 93,2% dari kapasitas maksimum, tertinggi sejak November. Kilang tersebut memproses 17,1 juta barel minyak, terbesar sejak bulan Agustus. Seperti yang ditulis Bloomberg, kilang minyak di AS biasanya menaikan produksi pada bulan Juli sebab mereka memaksimalkan keluaran bensin untuk puncak musim panas.

Source : financeroll.co.id