PT KONTAK PERKASA FUTURES – Susah payah mencetak rekor pada akhir Juli hingga awal Agustus, indeks Dow Jones Industrial Average mulai terkoreksi. Rabu (23/8) Bursa Dow Jones merosot hingga 87 poin atau 0,40% ke level 21.812,09.

Indeks Nasdaq pun turun 0,30% atau 19,07 poin ke level 6.278,41. Sedangkan S&P 500 turun 0,35% ke 2.444,04. Salah satu pemicunya adalah komentar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menantang penutupan pemerintah AS untuk membangun tembok di perbatasan AS-Meksiko.

Trump juga mengungkapkan keraguan renegosiasi NAFTA. Dia bilang, pemerintah mungkin akan menghentikan perjanjian ini. “Dengan banyaknya ketidakpastian yang melingkupi pasar saham AS di tengah harga yang sudah mahal, dua ancaman ini menambah ketidakpastian bagi investor,” kata Komal Sri-Kumar, Presiden Sri-Kumar Global Strategies kepada CNBC.

Bursa. Pada perdagangan sore waktu New York, indeks mulai naik dari posisi terendah. Indeks bangkit setelah Paul Ryan, Ketua DPR AS memuji rencana reformasi pajak. Ryan mengatakan bahwa rencana ini penting untuk mempermudah perpajakan dan mendorong pertumbuhan ekonomi AS.

Pelaku pasar mengatakan bahwa kenaikan bursa di sore hari bukan karena komentar Trump soal penutupan pemerintah dan NAFTA. “Kebanyakan investor sudah tidak memperhatikan faktor komentar Donald Trump. Rally pasar saham belakangan dipicu oleh spekulasi reformasi pajak,” kata Maris Ogg, Presiden Tower Bridge Advisors.

Jack Ablin, chief investment officer BMO Private Bank mengatakan bahwa penurunan terjadi karena kenaikan tinggi hari sebelumnya. Pasar masih menanti kabar baik reformasi pajak yang akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. “Trump dan Pemimpin Senat Mitch McConnell tampaknya tidak sependapat,” kata Ablin.

Salah satu data ekonomi yang juga mengecewakan pasar adalah penurunan penjualan rumah bulan Juli. Penurunan mencapai 9,4% dan merupakan penurunan terburuk sejak Agustus tahun lalu.

Source : kontan.co.id