KONTAK PERKASA FUTURES – Bursa Asia merangkak naik di perdagangan pagi pekan ini, Senin (18/12). Bursa di kawasan menguntit Wall Street yang menyentuh rekor akhir pekan lalu berkendara spekulasi parlemen AS akan mengesahkan undang-undang reformasi pajak yang telah dinantikan pasar.

Indeks MSCI untuk Asia Pasifik di luar Jepang memperoleh 0,1% pagi ini, setelah pekan lalu melaju 0,8%.

Indeks Nikkei 225 pagi ini naik sampai 1% ke 22.795, mendekati level tertinggi 25 tahun yang ditoreh bulan lalu di posisi 23.382. Dollar AS mengail keuntungan pagi ini terhadap yen, setelah pekan lalu The Greenback melemah 0,8%.

Sementara itu, bursa di Australia menguat 0,6%, mendekati level tertinggi sejak tahun 2008.

Undang-undang pajak AS yang baru diyakini pasar akan membawa kesegaran bagi keuangan korporasi, lantaran AS berencana memangkas pajak perusahaan menjadi 21% dari sebelumnya 35%. Revisi UU Pajak ini menjadi alasan utama kenaikan bursa yang terjadi di tahun ini.

Pemangkasan pajak diyakini akan mendongkrak laba perusahaan, mendorong aksi buyback saham, serta pemberian dividen lebih tinggi. Semuanya ini bisa menguntungkan para pemegang saham.

Chris Weston, chief markets strategist di IG di Melbourne mengatakan, pasar lega karena reformasi pajak kini terlihat bukan lagi sebagai kemungkinan tapi kepastian. “Pada umumnya, reformasi pajak yang akan ditandatangani menunjukkan bahwa Kongres berfungsi dengan baik dan pasar lega,” katanya, dikutip dari Reuters.

Jika tidak ada aral melintang, penghitungan suara beleid pajak AS ini akan dilakukan pekan ini. Analis melihat, jika disetujui, Presiden Donald Trump sudah bisa melahirkan undang-undang pajak ini pada Natal.

Sementara itu, investor di Asia akan memperhatikan beberapa kabar eksternal lainnya seperti Inggris yang mulai melakukan pembicaraan alot mengenai Brexit, serta bursa berjangka yang kini memperdagangkan bitcoin.

Source : kontan.co.id