PT KONTAK PERKASA – Bursa Asia bergerak bervariasi pada perdagangan Senin pagi (3/7). Investor tengah mencerna data positif dari bank sentral Jepang, dan menunggu hasil gambaran manufaktur China dari Caixin/Markit.

Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 0,24% di awal perdagangan, begitu juga Indeks Kospi di Korea Selatan yang menguat 0,11%. Sedangkan Indeks S&P/ASX 200 di Australia flat.

Mayoritas bursa ditutup menguat pada Jumat malam, dengan Dow Jones Industrial Average bertambang 0,29%. Bursa AS akan tutup lebih awal pada Senin untuk merayakan hari kemerdekaan.

Pagi ini, bank sentral Jepang (BOJ) meirlis survei Tankan yang menunjukkan kepercayaan bisnis di Jepang mengalami peningkatan. Indeks manufaktur besar memberi skor +17, dibanding perkiraan sebelumnya +15.

Sementara itu, investor juga menunggu data Purchasing Managers’Index (PMI) dari Chaixin/Markit pagi ini, untuk mendapat gambaran ekspansi manufaktur di China.

Akhir pekan lalu, pemerintah China merilis, PMI Juni mengalami ekspansi dengan level 51,7, lebih tinggi ketimbang perkiraan pasar di 51,0. Ini mendandai ekspansi manufaktur China lebih cepat ketimbang perkiraan sebelumnya.

Dari sisi kurs, indeks dollar AS pagi ini yang menunjukkan kekuatan The Greenback terhadap mata uang utama dunia, diperdagangkan lebih tinggi sedikit, yaitu 95,65 pada pukul 8:00 pagi waktu Singapura, berbanding 95,63 pada akhir pekan lalu.

Pada Juli tahun ini, otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan delapan saham baru dalam daftar efek transaksi margin dan enam saham baru untuk transaksi shortsell. Delapan saham baru yang bisa menjadi objek transaksi margin tersebut antara lain BISI, BULL dan PORT. Ketiga saham ini juga bisa sebagai objek transaksi shortsell.

Ada yang masuk, tentu adapula yang keluar. Mereka yang terpental dari daftar efek transaksi margin sebanyak enam saham, yakni BIKA, DEWA, DPUM, GIAA, GREN dan MMLP. Juga ada enam saham yang terlempar dari daftar efek shortsell, yakni BIKA, DEWA, DMAS, DPUM, GREN dan MMLP.

Delapan saham baru di daftar efek margin melengkapi 198 saham yang boleh diperdagangkan dengan menggunakan transaksi margin. Demikian pula enam saham baru yang melengkapi 156 saham yang bisa menjadi objek transaksi shortsell.

Delapan saham baru margin: BISI, BULL, KOBX, PORT, SMMT, SULI, TRAM, WIIM

Daftar efek shortsell: BISI, BULL, PORT, SULI, TRAM, WIIM

Sebagai informasi, anggota bursa (sekuritas) yang boleh melakukan transaksi margin menggunakan 198 efek margin adalah anggota bursa dengan MKBD lebih dari Rp 250 miliar. Untuk sekuritas dengan MKBD di bawah Rp 250 miliar hanya bisa memperdagangkan 45 saham lewat transaksi margin.

Berdasarkan rilis 22 Juni 2017, Kepala Divisi Operasional Perdagangan BEI Eko Siswanto dan Kepala Divisi Riset dan Pengembangan BEI Verdi Ikhwan menjelaskan, daftar efek terbaru untuk transaksi margin dan shortsell berlaku mulai hari ini (3/7).

Hans Kwee, Direktur Investa Saran Mandiri, menilai, beberapa saham yang masuk daftar efek margin berpotensi membuat transaksi saham menanjak. “BEI melihat aspek teknikal fundamental dan likuiditas untuk menentukan saham margin,” kata dia kepada KONTAN, Minggu (2/7).

Meski demikian, Hans mengakui banyak saham baru yang masuk daftar margin tidak terlalu dikenal.

Mengomentari salah satu saham BUMN yang terlempar di daftar efek margin, yakni GIAA, Hans melihat, hal itu lantaran perusahaan menderita kerugian akibat persaingan di industri penerbangan yang semakin ketat.

Source : kontan.co.id