PT KONTAK PERKASA – Bursa Asia kompak menghijau pada perdagangan Kamis (20/7) pagi. Pasar Asia menguat di tengah penantian investor terkait kebijakan Bank of Japan (BOJ), Bank Indonesia (BI) dan Bank Sentral Eropa (ECB).

Indeks Nikkei 225 naik 0,14%, dan Kospi Korea Selatan naik tipis 0,05% pada awal perdagangan.

S&P/ASX 200 Australia juga melompat 0,42%, didorong kenaikan sektor keuangan. Indeks Hang Seng juga menguat 0,29%.

Sementara, ECB diperkirakan mempertahankan suku bunga, pasar menunggu tanda-tanda dari bank sentral mengenai apakah akan ada perubahan rencana pembelian obligasi pada bulan September.

Euro bergerak liar pada Juni lalu, setelah komentar dari Presiden ECB Mario Draghi dianggap hawkish. Euro yang sempat naik ke level tertinggi tujuh bulan akibat komentar Draghi tersebut, kemudian jatuh lantaran pasar menilai telah salah menafsirkan niat pemimpin ECB tersebut.

Sementara, di Jepang, BOJ akan mengakhiri pertemuan dua hari pada Kamis ini. Tidak ada perubahan kebijakan yang diperkirakan oleh sebagian besar pengamat pasar.

“Dengan inflasi yang masih jauh dari targetnya, kami melihat kecil prospek BOJ akan menahan pelonggaran dalam waktu dekat,” kata Ekonom Senior ANZ Research, Tom Kenny,seperti dilansir CNBC.

Adapun, BI akan mengumumkan keputusan suku bunga pada hari ini.

Dari sisi dollar AS rebound terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Indeks dollar, Kamis, naik ke posisi 94,75 dari posisi terendah 10 bulan di 94,47 pada awal minggu ini.

Para analis memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) besok pagi berpeluang kembali melemah. Minimnya sentimen kuat menjadi penyebab IHSG tertahan.

Sentimen laporan keuangan kuartal kedua emiten masih minim. “Selain itu, saya melihat beberapa sentimen positif masih belum banyak berpengaruh bagi IHSG,” kata Reza Priyambada, Analis Binaartha Parama Sekuritas kepada KONTAN, Rabu (19/7).

Menurut Reza, IHSG besok akan bergerak melemah dengan level support 5.784 dan resistance 5.834. Ia merekomendasikan buy untuk saham-saham AISA, EXCL, CTRA, ASRI, dan SSMS.

Sedangkan Kepala Riset BNI Sekuritas Norico GAman mengatakan, investor asing memanfaatkan momentum penguatan indeks beberapa waktu terakhir untuk merealisasikan capital gain atau keuntungan. “Investor asing melihat bahwa momentum penguatan indeks terus menunjukkan ke arah 6.000, ini waktu mereka untuk merealisasikan keuntungan,” papar Norico kepada KONTAN, hari ini.

Ia pun memprediksi IHSG masih akan melanjutkan pelemahan meski bursa Asia melaju di zona hijau. Besok, IHSG diramal bergerak dengan support 5.775 dan resistance 5.825.

Source : kontan.co.id