KONTAK PERKASA FUTURES – Bursa Asia dibuka bervariasi, Jumat (25/8), merespons penurunan di bursa Wall Street.

Mengutip CNBC, indeks Nikkei 225 naik 0,25% persen pada awal perdagangan, didukung sektor produsen mobil, perdagangan rumah dan keuangan. Sedangkan, Kospi Korea diperdagangkan turun 0,05%.

Indeks S&P/ASX 200 juga tergerus 0,38%. Sebagian besar sektor melemah, hanya sektor energi dan utilitas yang menguat.

Pasar saham Amerika Serikat tergelincir di tengah ketidakpastian di Washington, sementara investor mengantisipasi hasil simposium tahunan bank sentral dunia di Jackson Hole.

Di Washington, ketegangan antara Presiden Donald Trump dan para pemimpin Republik sekali lagi menjadi sorotan. Ini menyusul kritik Trump terhadap Pimpinan Senat Mitch McConnell dan Ketua DPR Paul Ryanlam melalui serangkaian tweet.

Di sisi lain, investor menunggu sinyal kebijakan baru pada pidato Ketua The Fed Janet Yellen dan Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi usai pertemuan tahunan di Jackson Hole, Jumat waktu setempat.

Namun, para analis menilai, perubahan besar dalam kebijakan tidak mungkin terjadi. “Karena ketidakpastian di pasar global dan aksi jual baru-baru ini pada saham AS, tidak ada alasan yang lebih baik daripada Yellen dan Draghi untuk tetap mengikuti rencana awal,” kata Kathy Lien, Managing Director FX strategy di BK Asset Management seperti dilansir CNBC.

Dari sisi komoditas, Jumat pagi, harga minyak di pasar Asia menguat, setelah tumbang di pasar AS. Sedangkan, indeks dollar menguat  tipis ke posisi 93,28 pukul 08.13 waktu Hong Kong dari sesi sebelumnya di 93,14.

Source : kontan.co.id