KONTAK PERKASA FUTURES – Musim laporan keuangan mulai menyetir arah bursa Amerika Serikat. Dow Jones ditutup menutup perdagangan Rabu (19/4) dengan penurunan, sementara harga minyak mentah menekan saham-saham energi.

Salah satu korporasi yang mengumumkan laporan keuangan kuartal pertama adalah IBM. Perusahaan teknologi ini kehilangan 4,9% menjadi US$ 161,69 setelah melaporkan penurunan pendapatan pertama kali dalam lima kuartal terakhir, dan lebih besar ketimbang perkiraan pasar.

Kinerja IBM mengeruhkan bursa AS tadi malam. “Biasanya nama-nama besar menjadi bellwethers, dan orang melihat perusahaan tersebut sebagai sinyal kesehatan keseluruhan. Meski ada perusahaan yang mengumumkan kinerja bagus, biasanya bursa tetap ikut terseret,” kata Peter Jankovskis, Co-Chief Investment Officer OakBrook Investments LLC di Lisle, Illinois.

Alhasil, Dow Jones Industrial Average jatuh 119,13 poin atau 0,58% menjadi 20.404,15. Indeks S&P 500 kehilangan 4,03 poin atau 0,17% menjadi 2.338,16. Nasdaq Composite bertambah 13,56 poin atau 0,23% menjadi 5.863,03.

S&P 500 juga gagal memanjat ke atas moving average 50-hari terakhir. Level tersebut menjadi resistance sejak indeks ini merosot pekan lalu.

Jankovskis menambahkan, harga minyak yang terus turun beberapa hari terakhir ikut menekan Wall Street.

Sampai Rabu pagi, Thomson Reuters mencatat, dari 57 perusahaan penghuni S&P 500 yang sudah melaporkan keuangan, 75% berhasil melampaui perkiraan analis.

Rasio tersebut lebih tinggi ketimbang periode kuartal I-2016, yaitu sebesar 71%.

Analis memperkirakan, rata-rata pertumbuhan laba korporasi S&P 500 akan mencapai 10,8%, dan menjadi kenaikan terbaik sejak tahun 2011.

Source : kontan.co.id