PT KONTAK PERKASA FUTURES – Bursa saham Amerika Serikat (AS) rontok seiring makin panasnya tensi geopolitik. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) mencatat penurunan terbesar sejak 17 Agustus 2017.

Dow Jones turun 234 poin atau 1,07% ke level 21.753,31. Indeks Nasdaq menyusul dengan penurunan 0,93%. Sedangkan S&P 500 turun 0,75% ke 2.457,85. Ini adalah penurunan S&P pertama setelah kenaikan enam hari berturut-turut. Bursa libur pada Senin lalu.

United Technologies dan Goldman Sachs mengontribusi penurunan terbesar. Harga saham United Technologies turun setelah mengumumkan kesepakatan untuk membeli Rockwell Collins dengan harga US$ 30 miliar.

Harga saham perusahaan asuransi XL Group dan Everest Re Group menjadi pemberat indeks juga dengan adanya ancaman badai Irma di Florida. Saham-saham sektor teknologi turun berjamaah.

“Tensi geopolitik dengan Korea Utara menjadi hal paling penting saat ini,” kata Rui De Figueiredo, CIO dan co-head of Solutions/Multi-Asset Group di Morgan Stanley Investment Management kepada CNBC. Dia menambahkan, ketika ada kejadian seperti korea Utara, muncul peluang volatilitas dan penurunan pasar.

Jeff Saut, chief investment strategist Raymond James mengatakan, uji coba bom hidrogen Korea Utara pada akhir pekan lalu menambahkan ketidakpastian pasar. “Mungkin akan dimulai tren turun pekan ini,” kata dia.

Bulan September biasanya tingkat volatilitas meningkat di pasar saham. Saut mengatakan, Dow turun rata-rata 1,09% pada bulan September.

Source : kontan.co.id