KONTAK PERKASA FUTURES – Indeks Dow Jones akhir pekan lalu turun tipis di tengah kenaikan S&P 500 dan Nasdaq. Bursa Amerika Dow Jones Industrial Average turun 9,64 poin atau 0,04% ke level 22.349,59. Dalam sepekan, Dow Jones menguat 0,36%.

Sedangkan S&P menguat tipis 0,06% ke 2.502,22 dan naik 0,08% dalam sepekan. Nasdaq pun naik tipis 0,07% ke 6.426,92. Indeks Nasdaq justru turun 0,33% dalam sepekan terakhir.

Salah satu pemberat laju Nasdaq adalah saham Apple yang terkoreksi. Akhir pekan, harga saham Apple turun 0,98% ke US$ 151,89. Dalam sepekan, harga saham produsen iPhone ini merosot 5%. Tapi, harga saham Apple masih tercatat naik 31% tahun ini.

JJ Kinahan, chief market strategist TD Ameritrade mengatakan kepada CNBC, minat pasar mulai tampak lagi pada sektor energi. Sedangkan sektor finansial kembali naik setelah pasar obligasi melandai.

Tekanan geopolitik masih menghantui pasar saham hingga pekan ini. Bursa Amerika. Kamis lalu, Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho mengatakan bahwa pihaknya mempertimbangkan uji coba bom hidrogen di Samudra Pasifik. Jika terjadi, uji coba ini akan menjadi nuklir pertama Korut di luar perbatasan wilayah.

Reuters melaporkan, akhir pekan, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan menteri luar negeri Korut dan Kim Jong Un bahwa keduanya tidak akan bertahan lama sepanjang Korut mengampanyekan anti AS. Adu omongan kedua pihak terus terjadi antara kedua pemimpin negara.

Analis mengatakan, adu mulut yang makin memanas bisa meningkatkan risiko salah perhitungan di kedua sisi yang bisa berakibat fatal.

Source : kontan.co.id