PT KONTAK PERKASA – Bursa Amerika Serikat menutup perdagangan Kamis (1/11) dengan penguatan, dini hari tadi. Ini merupakan penguatan hari ketiga bagi indeks utama AS.

Pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa pembicaraan dagang dengan China berjalan dengan baik, menjadi pendorong laju bursa AS. Trump berencana bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di pertemuan G-20 di Argentina, pada akhir bulan ini.

Selain itu, investor cukup nyaman dengan perolehan kinerja kuartal III korporasi. Pengumuman Apple Inc bahwa perusahaan mungkin tak akan mencapai angka penjualan sesuai ekspektasi Wall Street di musim liburan nanti, menjatuhkan harga Apple setelah bel penutupan bursa amerika. Tetapi, mengakhiri perdagangan reguler, Apple masih menyumbang kenaikan 1,5%.

“Mungkin nanti akan ada harapan bahwa perjanjian dagang dengan China benar-benar ada,” kata  Robert Pavlik, chief investment strategist and senior portfolio manager SlateStone Wealth LLC di New York, seperti dikutip Reuters.

Dengan kembalinya aksi beli, Dow Jones Industrial Average ditutup dengan penambahan 264,98 poin atau 1,06% menjadi 25.380,74.

Indeks S&P 500 menguat 28,63 poin atau 1,06% menjadi 2.740,37. Sementara Nasdaq Composite bertambah 128,16 poin atau 1,75% menjadi 7.434,06.

Perdagangan bursa Amerika cukup ramai. Sebanyak 9,1 miliar saham bepindandah tangan kemarin, melampaui rata-rata 8,7 miliar transaksi dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Untuk perdagangan Jumat, pasar akan dipengaruhi pengumuman data ketenagakerjaan untuk bulan Oktober.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Jumat pagi ini (2/11) dengan penguatan. IHSG bertambah 32 poin atau 0,55% menjadi 5.868, pukul 9:05.

Sekadar mengingatkan, kemarin IHSG ditutup  hanya naik 4,27 poin (0,07%) ke posisi 5835,92.

Delapan dari sepuluh sektor menopang IHSG pagi ini, yaitu aneka industri, konstruksi, infrastruktur, manufaktur, barang konsumer, finansial, pertambangan, dan industri dasar. Sedangka dua sektor yang menjadi pemberat adalah grup saham perdagangan dan agrikultur.

Sementara itu, mayoritas indeks Asia menguat pada perdagangan Jumat (2/11), seiring dengan China dan Amerika Serikat yang menunjukkan optimisme menyelesaikan masalah perang dagang.

MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,46%, melanjutkan penguatan kemarin. Kenaikan ini menyegarkan setelah terjadi penurunan 10,3% sepanjang bulan Oktober lalu.

Berdasarkan data Bloomberg, Indeks Nikkei di Jepang menguat 1,11%, sementara Indeks Hang Seng di Hong Kong melaju sampai 2%.

Indeks Kospi di Korea Selatan juga bertambah 2,2%. Sedangkan Indeks ASX 200 di Australia terkoreksi 0,3%.

Mengutip Reuters, bursa Asia pun mengekor hijaunya Wall Street. Pasar global lebih pede membeli saham dipicu aksi bargain hunting saham-saham yang sudah murah akibat penurunan indeks Oktober, serta adanya peluang positif AS dan China menghasilkan penyelesaian konkret mengenai hubungan dagang mereka.

Presiden AS Donald Trump mengatakan, diskusi perdagangan dengan China berlangsung dengan lancar. Sementara Presiden China Xi Jinping menyatakan harapan adanya kelanjutan kerja sama dagang dengan AS ke depan.

Trump dan Xi berencana bertemu pada G-20 di Argentina, akhir bulan November mendatang.

Source : kontan.co.id