Bursa saham AS mengalami pelemahan tipis pada perdagangan hari Senin (22/8/2016) karena penurunan harga minyak yang membebani pada sektor energi dan diimbangi oleh peningkatan sektor bioteknologi.

Bursa Dow Jones Industrial Average berakhir melemah 23,15 poin atau setara 0,12% ke 18.529,42, sementara itu indeks Standard & Poor’s 500 mengalami pelemahan 1,23 poin atau 0,06% menjadi 2.182,64.

Harga minyak mentah meningkat lebih dari 3% setelah mencapai level tertinggi dalam dua bulan terakhir minggu lalu, di tengah kekhawatiran naiknya ekspor bahan bakar China, peningkatan ekspor minyak mentah Irak serta Nigeria, dan peningkatan jumlah rig minyak di negara AS.

Penurunan harga minyak tersebut menyeret sektor energi indeks S&P menurun 0,9% dan menjadi sektor yang memiliki kinerja terburuk dari 10 sektor di indeks S&P.

Menjelang akhir musim laporan keuangan, fokus investor akan berpindah ke pidato Gubernur Federal Reserve Janet Yellen hari Jumat pada pertemuan bank sentral tahunan di Jackson Hole, Wyoming, untuk menyikapi kemungkinan kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan yang akan datang.

KONTAK PERKASA FUTURES – Bursa. “(Indeks tertekan oleh) harga minyak serta ketidakpastian mengenai pertemuan Jackson Hole, dan selalu terdapat beberapa kejutan yang muncul dari Jackson Hole,” kata Jack Ablin, selaku kepala investasi di BMO Private Bank seperti yang dikutip Reuters.

Spekulasi kenaikan suku bunga acuan ditunjang oleh komentar Wakil Gubernur the Fed yaitu Stanley Fischer bahwa ekonomi AS mendekati target tingkat pekerjaan serta inflasi dari the Fed.

Sektor bioteknologi mendapatkan dorongan akuisi Pfizer atas produsen obat kanker Medivation sejumlah US$14 miliar. Saham Medivation melonjak hingga hampir 20%.

Produsen chip Intersil naik tajam 19,8% sebuah sumber mengatakan kepada Reuters bahwa Renesas sedang dalam tahap akhir negosiasi untuk mengakuisisi sebuah perusahaan senilai sekitar US$2,99 miliar.

Source : bisnis.com