KONTAK PERKASA FUTURES – Pembiayaan infrastruktur sekarng masih didominasi dari pembiayaan konvensional.

Padahal, kalau melihat penduduk Indonesia yang kebanyakan muslim, pembiayaan syariah dapat menjadi alternatif pembiayaan yang pas diterapkan di Indonesia.

Otoritas Jasa Keuangan berharap perusahaan-perusahaan infrastruktur pelat merah mengeluarkan sukuk atau obligasi syariah.

“Indonesia sedang mengembangkan infrastruktur, harapan OJK kepada BUMN infrastruktur bisa menerbitkan sukuk,” ucap Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal OJK, Sarjito kepada wartawan di Jakarta, Rabu 25 Mei 2016.

Sarjito yakin, jika BUMN Infrastruktur menerbitkan sukuk, maka sukuk dapat terserap dengan baik.

Karena dengan proyek pembangunan infrastruktur yang sedang dilancarkan pemerintah maka kinerja BUMN infrastruktur diyakini akan meningkat.

“Pertimbangannya misal sukuk lebih aman ketimbang obligasi biasa, apalagi keuangan syariah harus ditingkatkan di negara yang mayoritas muslim,” tutur Sarjito.

Adapun strategi yang dapat ditempuh untuk meningkatkan sukuk korporasi, yaitu dengan adanya insentif pajak.

“Peran regulator dan pemerintah sangat penting, harus ada insentif pajak. Industri keuangan syariah di negara lain bisa maju karena ada insentif pajaknya,” jelasnya.

Sarjito berpendapat, Indonesia harus menjadi basis keuangan berbasis syariah, karena Presiden Joko Widodo juga menjabat Ketua Komite Keuangan Syariah.

“Presiden Jokowi menjadi ketua komite keuangan syariah, sehingga Indonesia sebagai basis keuangan syariah harus lebih atraktif untuk berinvestasi di keuangan syariah,” ungkap Sarjito.

Source : kompas.com