KONTAK PERKASA FUTURES – Produsen mobil ternama asal Eropa, Bayerische Motoren Werke AG atau yang lebih dikenal dengan nama BMW menyampaikan keluhannya terkait sulitnya perizinan masuknya komponen mobil ke Indonesia.

Salah satu yang dikeluhkan perusahaan ini adalah masuknya kaca mobil untuk berbagai varian produk mobil yang mereka produksi. Kualitas kaca yang didatangkan dari Jerman melebihi ketentuan yang ada di Indonesia. Sehingga kaca tersebut sulit masuk ke dalam negeri.

“Sekarang kondisinya gini. Kita punya standar (SNI), nilainya 1-5. Artinya paling bagus 5. Tapi kualitas kaca mereka itu ada di nilai 5,5 atau 6. Kalau dalam SNI tertulis 1-5, sementara kalau 6 berarti di luar ketentuan, sehingga tidak bisa masuk (ke Indonesia),” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Haris Munandar di Kantor Kemenperin, Jakarta, Rabu (18/5/2016).

Sehingga menurutnya, perlu ada perbaikan aturan di Indonesia agar bisa menyesuaikan standar tinggi yang ditetapkan pabrikan mobil asal Jerman tersebut.

“Jadi, ada birokrasi yang mungkin nanti coba kita sesuaikan. Kalau dalam SNI tertulis 1-5, sementara kalau 6 di luar ketentuan. Meskipun lebih baik. Nah ini kan perlu dibicarakan lagi. Karena peraturan menterinya hanya 1-5,” sambung dia.

Saat ini, akibat aturan tersebut BMW terpaksa mendatangkan kaca dengan kualitas yang menyesuaikan dengan standar yang ada di Indonesia. Hal ini dilakukan lantaran perusahaan ini melihat, belum ada perusahaan di Indonesia yang bisa memproduksi kaca sesuai dengan kualitas yang ditetapkan.

Kalau pun ada, harganya sangat mahal lantaran tergolong pesanan khusus yang tidak banyak diproduksi di Indonesia.

Alasan tingginya biaya produksi ini pula yang menyebabkan BMW hingga saat ini masih belum mau mendirikan pabrik di Indonesia. BMW hanya memiliki pabrik perakitan saja di Indonesia, sementara komponen masih didatangkan dari luar negeri.

“Kenapa BMW tidak memproduksi mobil di Indonesia, karena dengan permintaan yang tinggi secara kualitas, biaya produksinya akan sangat tinggi dibandingkan dengan nilai mobilnya itu sendiri,” kata Jan Ehlen seorang perwakilan dari BMW dalam kesempatan yang sama.

Menyikapi kondisi tersebut, Menteri Perindutrian Saleh Husin mengatakan Pemerintah Indonesia akan menyikapi serius permasalahan yang menjadi keluhan tersebut.

“Pemerintah Indonesia fokus pada peningkatan investasi dengan menerbitkan paket-paket kebijakan. Terbaru adalah Paket Kabijakan ke 12 soal kemudahan berusaha. Artinya Pemerintah Indonesia sangat berkomitmen untuk memberikan kemudahan untuk berinvestasi,” pungkas dia.

Source : detik.com