KONTAK PERKASA FUTURES – Real Estate Investment Trust (REITs) atau Dana Investasi Real Estate (DIRE) mulai dilihat sebagai cara lain instrumen keuangan selain saham, obligasi, reksadana, dan yang lainnya. Lewat investasi ini, para investor akan memiliki sebagian dari properti yang diperdagangkan asetnya.

Perusahaan properti dan real estate bisa menjual aset yang dimilikinya kepada publik lewat skema penerbitan instrumen ini. Perusahaan properti dan real estate dapat memperoleh dana segar dari penjualan asetnya. Dana yang diperoleh dari penjualan aset kepada investor lalu bisa digunakan oleh pengembang untuk membangun properti lainnya di lokasi yang lain.

Properti komersial yang ditawarkan lewat DIRE antara lain apartemen, rumah sakit, gedung perkantoran, hotel, pusat perbelanjaan, dan lain-lain. Instrumen investasi ini juga menawarkan dividen yang besar.

Pengeluaran DIRE juga bisa mendapatkan keuntungan dari aset yang tidak bergerak menjadi aset yang dapat diperjualbelikan di lantai bursa.

“Dengan lakukan sekuritisasi aset menjadi DIRE maka aset properti yang tidak likuid maka bisa berubah jadi instrumen yang diperdagangkan di bursa,” jelas Direktur Pengelolaan Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sujanto pada Lokakarya DIRE di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (30/5/2016).

Sedangkan bagi para investor yang menginvestasikan uangnya di instrumen DIRE bisa menjadi alternatif investasi portofolio. Investor juga bisa memiliki bagian keuntungan dari operasional properti dan real estate yang disewakan. Instrumen ini juga dianggap aman sebab tingkat risikonya hampir tidak ada karena harga properti yang setiap tahun semakin tinggi.

“Terus juga pendapatan yang tinggi karena pay out ratio yang dibagikan ke investor yang tinggi, dengan kenaikan harga properti juga bisa buat berinvestasi semakin aman,” jelasnya.

Tapi, menurut Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan, pengeluaran DIRE di Indonesia masih rendah. Sejak tahun 2013 sampai sekarang, baru ada satu DIRE yang terekam di papan bursa dengan nilai hingga Rp 500 miliar.

“Sampai saat ini di BEI baru ada satu produk DIRE dengan nilai aktiva sampai Rp 500 miliar, ini merupakan peluang yang besar bagi pasar modal kita,” kata Nicky.

Untuk menambah jumlah perusahaan real estate untuk mengeluarkan DIRE, pemerintah diminta agar menurunkan besaran BPHTB dari 5% menjadi 1% dan PPh dari 1% menjadi 0,5%. Dengan diturunkannya besaran pengeluaran DIRE di Indonesia diharapkan bisa memacu perusahaan real estate di Indonesia untuk mengeluarkan DIRE.

Source : detik.com