PT KONTAK PERKASA FUTURES – Regulator perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) meminta perbankan sigap menghadapi permasalahan ATM akibat imbas gangguan pada satelit Telkom 1. Anto Prabowo, Plt. Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik OJK meminta bank memitigasi dan mengomunikasikan terkait persoalan ini.

“Bank diharapkan memanfaatkan sarana komunikasi bank yang dapat dihubungi oleh nasabah,” tutur Anto dalam keterangan resmi, Senin (28/8).

Masyarakat juga diminta mengonfirmasi pada pusat bantuan bank jika ada kesulitan dalam transaksi. Saat ini OJK dan BI sedang berkoordinasi dengan Telkom untuk mengatasi masalah tersebut. OJK mencatat, hanya ATM yang terhubung dengan satelit VSAT yang terkena gangguan Telkom 1.

ATM ini, kata Anto, umumnya di daerah terpencil yang belum menggunakan fiber optik. Bank Central Asia (BCA) sendiri menyatakan telah menyiapkan dana Rp 80 miliar yang mayoritas untuk mengganti biaya tarik tunai antar bank, nasabah BCA, yakni sejumlah Rp 50 miliar–Rp 70 miliar. Sisanya untuk membiayai pemindahan jaringan.

Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA bilang, sebanyak 30% ATM atau setara 5.700 ATM BCA terkena masalah terkait Telkom 1. “Selain itu, ada 126 kantor kas yang juga terkena masalah ATM ini,” ujar Jahja.

BCA akan memindahkan 2.000 ATM bermasalah dari Telkom 1 ke APSTAR-5. Selain itu, 3.700 ATM sisanya akan dipindah ke Telkom 3s. Indra Utoyo, Direktur Digital Banking & Strategy Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyebutkan bahwa dari 24.802 ATM BRI, hanya sebanyak 321 ATM yang terdampak.

“Itu karena sebagian besar sudah kami migrasikan ke BRISat,” ucap Indra.

Source : kontan.co.id