KONTAK PERKASA FUTURES – Para Pemegang saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) menyetujui perihal penanaman modal ditempatkan dan disetor perseroan lewat penawaran umum terbatas dengan cara memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue atau saham baru sebanyak-banyaknya 4.991.935.374 saham seri B, dengan jumlah nominal Rp 500 setiap saham yang akan dilakukan setelah memperoleh persetujuan yang disyaratkan dengan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang sudah berlaku.

Perseroan memiliki target perolehan dana dari hasil rights issue tersebut senilai total Rp 1,8 triliun.

“Jumlah target pendanaan yang berasal dari rights issue Rp 1,5 triliun dari pemerintah. Dan juga tambahan dari publik Rp 375 miliar, jadi seluruh totalnya kira-kira Rp 1,8 triliun,” kata Direktur Utama KRAS Sukandar setelah selesai RUPS Krakatau Steel, yang berlokasi di Aula Binakarna, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, hari Kamis (25/8/2016).

Dia menyebutkan, rapat sudah menyetujui untuk melimpahkan kewenangan dengan cara memberikan kuasa kepada direksi perseroan untuk bisa melakukan segala tindakan yang diperlukan sehubungan dengan penambahan modal ditempatkan dan disetor perseroan lewat penawaran umum terbatas dengan memberikan HMETD sesudah terpenuhinya persyaratan.

Rapat setuju pelimpahan kewenangan dengan cara memberi kuasa kepada dewan komisaris agar menyatakan realisasi jumlah saham yang sesungguhnya diterbitkan setelah pelaksanaan penambahan modal ditempatkan serta disetor perseroan lewat penawaran umum terbatas dengan cara memberikan hak memesan efek terlebih dahulu yakni mengubah pasal 4 ayat 2 serta ayat 3 anggaran dasar perseroan dengan menaikan modal ditempatkan dan disetor saham seri A dan juga 15.774.999.999 saham seri B, dengan jumlah nilai nominal semuanya Rp 7.887.500.000.000 menjadi sebanyak-banyaknya 20.766.935.374 saham, yang terdiri dari yaitu satu saham seri A dan 20.766.935.373 saham seri B, dengan jumlah nilai nominal sebanyak-banyaknya Rp 10.383.467.687.000.

Sukandar bilang, dana hasil dari penerbitan rights issue rencananya digunakan untuk ekspansi perseroan yaitu pembangunan pabrik baja lembaran panas (Hot Strip Mills/HSM) serta pembangunan PLTU 1×150 MW di Cilegon.

“Jumlah uangnya nanti akan dipakai untuk modal kerja pabrik HSM 2, serta pembangunan PLTU 1x 150 MW di Cilegon itu untuk sementara ini,” katanya.

Source : detik.com