IHSG (8/9) berakhir pada posisi menurun sebesar 10 poin atau setara -0,19% menjadi berada di level 5.371,08 dengan nilai transaksi pada pasar reguler sebesar Rp 4,5 triliun, sesudah pemerintah merevisi angka pertumbuhan PDB untuk tahun 2017, BI menurunkan target pencapaian tax amnesty bulan September, serta penurunan rating dari sejumlah perusahaan properti oleh Pefindo.

Sebanyak 6 sektor yang mengalami penurunan dipimpin oleh sektor infra sementara hanya sektor basic ind, consumer serta agri yang mengalami kenaikan.

Ada sebanyak 145 saham mengalami kenaikan, sebanyak 181 saham mengalami penurunan, sebanyak 96 saham tidak mengalami perubahan, dan sebanyak 195 saham tidak mengalami perdagangan.

Saham-saham yang ternyata menjadi pemberat bursa antara lain adalah KLBF, GGRM LPPF, UNTR, dan TLKM, di mana asing tercatat melaksanakan net sell di pasar reguler sebesar Rp 170,1 miliar dengan saham-saham yang sudah banyak dijual asing antara lain adalah LPPF, WSKT, UNTR, BBNI dan LPKR.

KONTAK PERKASA FUTURES – Secara teknikal, indeks menurun dari resist MA20 disertai volume. Stochastic positif sedangkan RSI dan MACD flat.

Hari ini tanggal 9 september IHSG diperkirakan akan bergerak mixed dengan cenderung melemah pada kisaran 5.350-5.400, dengan saham-saham yang bisa diperhatikan antara lain BNLI, KAEF, DSFI, BBTN, PWON.

Rupiah pada tanggal 8 september ditutup menguat ke level Rp 13.063/US$, dan pada hari ini 9 september diperkirakan akan bergerak pada kisaran Rp 13.050-Rp 13.150/US$ dengan kecenderungan yaitu melemah terbatas.

Source : detik.com