KontakPerkasa Futures – Dolar Australia naik untuk hari kedua karena bank sentral menurunkan perkiraan pertumbuhan dan inflasi serta mengatakan bahwa pasar perumahan perlu dipantau pasca pemangkasan suku bunga acuan pekan ini.

Mata uang menuju kenaikan mingguan tertajam dalam sebulan terakhir dikarenakan Reserve Bank of Australia (RBA) mengatakan dalam pernyataan kebijakan moneter kuartalan bahwa ‘ekonomi diharapkan akan beroperasi dengan tingkat kapasitas cadangan untuk beberapa waktu kedepan.’ Dolar Selandia Baru juga menguat . Euro menuju gain mingguan tertajam dalam 16 bulan terakhir seiring para otoritas ECB mengatakan bahwa bank-bank Yunani akan memiliki akses menuju pembiayaan darurat.

Aussie menguat 0,5% menjadi 78,37 sen AS dari 9:42 pagi di Tokyo, memperpanjang gain pekan ini menjadi 1%, yang terbesar sejak periode yang berakhir 9 Januari Mata uang Selandia Baru naik 0,3% menjadi 74,11 sen.

Euro turun 0,1% menjadi $ 1,1469 dan melemah 0,1% menjadi 134,69 ¥. Dolar sedikit berubah pada level 117,48 ¥.

Sementara itut Gubernur RBA Glenn Stevens dan para dewannya menurunkan target suku bunga resmi ke rekor terendah sebesar 2,25% pada 3 Februari lalu, setelah otoritas moneter termasuk Bank of Canada dan European Central Bank menambah stimulus pada bulan Januari di tengah risiko disinflasi global.(yds)

Sumber: Bloomberg