KontakPerkasa Futures – Dolar Australia menghadapi prospek pertumbuhan jatuh ke paritas harga dengan mata uang Selandia Baru terkait spekulasi bank sentral Australia (RBA) yang akan memangkas suku bunganya pekan depan akibat penurunan harga komoditas dan melambatnya pertumbuhan perekonomian China.

Aussie turun Senin ke level terendahnya pasca mencatat pelemahan terhadap kiwi dan mencatat kerugian kuartalan ketiga terhadap dolar AS. Greenback menguat terhadap sebagian besar dari 16 mata uang utama setelah data yang dirilis hari Senin kemarin menunjukkan pembelian konsumen AS naik kurang dari perkiraan ekonom. Euro hentikan reli selama dua pekan terakhir terkait tanda-tanda Yunani masih jauh untuk mencapai kesepakatan terkait dana talangan.

Dolar Australia mendatar pada level 76,55 sen AS pukul 09:19 pagi di Tokyo. Menyentuh level terendahnya enam tahun terakhir di level 75,61 pada 11 Maret lalu. Aussie dolar ditransaksikan di level NZ$1,0212 dari level NZ$1,0202, pasca jatuh ke level NZ$1,0157 pada hari Senin, terendah sejak mata uang diizinkan untuk ditransaksikan bebas pada 1980-an.

Indeks Bloomberg Dollar Spot, yang mengukur dolar terhadap 10 mata uang utama, berada di level 1,198.31 pasca meningkat sebesar 0,7 persen pada Senin. Mencatat penguatan beruntun dalam sembilan bulan terakhir sejak 2004 lalu. (izr)

Sumber: Bloomberg