PT KONTAK PERKASA – Analis Monex Investindo Futures, Faisyal menilai harga emas berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek karena meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven karena aksi trump.

Mengutip Bloomberg, pada Senin (6/5) pukul 17.58 WIB harga emas untuk pengiriman Juni 2019 di Commodity Exchange ada di US$ 1.282 per ons troi. Angka ini menguat 0,23% dibanding akhir pekan lalu yang ada di US$ 1.279 per ons troi.

Harga emas bergerak naik setelah adanya pernyataan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan meningkatkan tarif impor China yang telah memicu aksi jual di pasar ekuitas.

AS berencana meningkatkan tarif impor terhadap China yang sebelumnya sebesar US$ 200 miliar akan ditingkatkan menjadi 25% dari sebelumnya 10%, dan untuk memungut tarif baru sebanyak 25% atau sekitar US$ 325 miliar.

Sentimen lainnya yang berpeluang mendorong kenaikan harga emas adalah dollar AS yang sepertinya hanya menguat tipis. Aksi trump. Senin (6/5) indeks dollar AS hanya tumbuh 0,05% di level 97,57.

“Dollar AS sepertinya belum bisa berbuat banyak lantaran pasca data yang bervariasi serta pernyataan yang dovish dari pejabat The Fed pada hari Jumat lalu,” kata Faisyal dalam analisisnya, Senin (6/5).

Faisyal memprediksi harga emas berada di level resistance terdekat di area US$ 1.287 per ons troi, menembus ke atas dari level tersebut berpeluang memicu kenaikan lanjutan untuk menguji ke area US$ 1.292 per ons troi sebelum menargetkan ke area resistance kuat di US$ 1.298 per ons troi.

Sebaliknya jika bergerak turun, level support terlihat di area US$ 1.279 per ons troi, menembus ke bawah dari level tersebut berpotensi mendorong penurunan lebih lanjut untuk menguji support di US$ 1.274 per ons troi sebelum menargetkan support kuat di US$ 1.268 per ons troi.

Faisyal memprediksi pada perdagangan selanjutnya harga emas akan berkutat di level support US$ 1.279, US$ 1.274, US$ 1.268 per ons troi. Sementara level resistance antara US$ 1.287, US$ 1.292, dan US$ 1.298 per ons troi.

Source : kontan.co.id