Kontak perkasa. GBP/USD anjlok tajam pada hari Kamis, terjun ke posisi terendah satu minggu, setelah Bank of England menyetujui pemangkasan pertama tingkat suku bunga dalam tujuh tahun dan menyetujui sejumlah langkah-langkah pelonggaran untuk membantu menopang perekonomian setelah keputusan bersejarah Brexit di bulan Juni.

Pasangan mata uang ini diperdagangkan dalam berbagai jarak di antara 1,3102 dan 1,3345, sebelum menutup sesi sore AS di 1,3106, tertekan 1,67% pada hari itu. Meskipun rebound sedikit dari posisi terendah 30 tahun segera setelah referendum Brexit, Pound masih turun hampir 12% terhadap dolar karena para pemilih memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa pada 24 Juni lalu. Sebelum kampanye tinggalkan menang di kontroversial pemungutan suara, Pound melonjak di atas 1,50 vs Dollar – puncak posisi tertinggi enam bulan.

GBP/USD kemungkinan mendapat support di 1,27996 terendah dari 6 Juli dan bertemu dengan resistance di 1,3481, tertinggi dari 15 Juli.

Pada Kamis pagi, Bank of England seperti yang diharapkan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke rekor terendah 0,25%, mewakili pemotongan tingkat suku bunga pertama sejak Resesi Besar. Lebih khusus, BoE meningkatkan pembelian aset sebesar £60 miliar, mengurai rencana untuk mulai membeli £10 miliar dari obligasi korporasi per bulan dan mengumumkan sebuah inisiatif penyediaan aset sebanyak £100 miliar kepada bank-bank di bawah skema pendanaan waktu komprehensif.

“Kami telah meluncurkan paket ini tepat waktu, koheren dan komprehensif,” kata Gubernur BoE Mark Carney.

Pada saat yang sama, Komite Kebijakan Moneter (MPC) Bank of England meningkatkan prospek inflasi jangka pendek di hari Kamis, terutama karena depresiasi terbaru dari Pound Sterling. Pada akhir tahun, MPC memperkirakan inflasi mencapai 0,8%, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 0,4%. MPC juga mengantisipasi bahwa inflasi akan meningkat menjadi 1,9% pada akhir tahun 2017 dan melampaui target 2% pada bulan Desember, 2018. Carney menekankan bahwa langkah-langkah penurunan suku bunga tambahan dan pelonggaran lebih lanjut bisa datang jika angka perkiraan inflasi di hari Kamis ini mengarah menjadi sangat tepat.

Sementara analis dari Fitch Ratings menjelaskan langkah-langkah pelonggaran sebagai “respon kebijakan proaktif,” pada referendum Uni Eropa, mereka memperingatkan bahwa tindakan ini mungkin masih tidak cukup untuk mengimbangi keterkejutan pertumbuhan domestik yang dibawa oleh keputusan Brexit. Selama dua tahun ke depan, Fitch mengantisipasi belanja modal di antara perusahaan-perusahaan Inggris menurun sebesar 15% dibandingkan dengan prospek bulan Mei-nya.

Imbal hasil 10 Tahun Inggris Raya anjlok 16 basis poin pada hari Kamis ke rekor terendah sepanjang masa di 0,64%. Dengan penilaian akhir dalam referendum yang dihitung pada akhir Juni, imbal hasil pemerintah Inggris Raya ini telah merosot lebih dari 75 basis poin dari level Sebelum-Brexit 1,40%.

Di tempat lain, investor memandang ke depan pada laporan penting pekerjaan bulanan AS, Jumat untuk bulan Juli untuk indikasi lebih lanjut pada kekuatan pasar tenaga kerja. Analis mengharapkan untuk melihat peningkatan sebesar 185.000 di upah pekerjaan non-pertanian, satu bulan setelah perekonomian menambah pekerjaan dengan kuat di 287.000 pada bulan Juni. Federal Reserve bisa mempertimbangkan kenaikan suku bunga di musim gugur ini jika hasil pasar tenaga kerja yang terus membaik sebelum bank sentral AS bertemu lagi pada akhir September.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik lebih dari 0,25% ke level intraday tertinggi 95,87. Indeks ini masih tajam di bawah level tertinggi empat bulan di 97,62 dari awal pekan lalu.

Sumber: investing.com

KONTAK PERKASA FUTURES