KONTAK PERKASA FUTURES – Harga minyak AS atau yang biasa juga disebut sebagai West Texas Intermediate (WTI) ditutup dengan pelemahan sebesar 3% pada Jumat, 10 Juni 2016.

Melihat data yang dikumpulkan CNBC, harga kontrak minyak WTI ditutup menurun sebesar 2,9% yaitu setara US$ 1,49 menjadi US$ 49,07 per barel. Sementara harga minyak Brent menurun sebesar 2,8% yaitu setara US$ 1,43 menjadi US$ 50,52 per barel.

Melemahnya harga minyak terjadi setelah jumlah kilang minyak di AS kembali mendapatkan kenaikan selama dua minggu berturut-turut. Berdasarkan data yang dikeluarkan Baker Hughes, jumlah kilang yang bekerja di kilang minyak AS naik sebanyak 3 kilang minyak menjadi 328 kilang pada pekan lalu. Pada masa yang sama tahun sebelumnya, perusahaan kilang minyak mengoperasikan 635 kilang.

“Saat ini, jumlah kilang yang bekerja dapat mempengaruhi pergerakan harga minyak,” tutur Jum Ritterbusch, oil markets consultancy Ritterbusch & Associates.

Sentimen lainnya adalah menguatnya dollar yang kemudian memotong tingkat permintaan kontrak minyak dunia. Akhir minggu lalu, indeks dollar mengalami penguatan hingga hampir 0,8%.

Sementara itu, adanya aksi perusakan pada industri minyak di Nigeria membatasi penurunan harga minyak WTI dan Brent di awal transaksi. Untuk informasi, kelompok Niger Delta Avengers melakukan perusakan kilang minyak Obi Obi Brass yang dijalankan oleh ENI. Aksi tersebut semakin menambah guncangan di pasar minyak terbesar di Afrika itu.

Source : kontan.co.id