KONTAK PERKASA FUTURES – Indonesia diprediksi bakal kebanjiran dana pasca program pengampunan pajak alias tax amnesty berlaku. Ada Dana repatriasi juga akan menggenjot kapitalisasi pasar modal.

Saat ini kapitalisasi pasar modal masih berada di kisaran Rp 5.341 triliun per Jumat 1 Juli 2016. Menurut Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio, market capitalization (market cap) BEI bisa menembus Rp 6.000 triliun.

“Saya tidak bisa bilang target Indeks (Harga Saham Gabungan/IHSG), tapi logicly (secara logika) dengan apa yang ada market cap-nya bisa di atas Rp 6.000 triliun di akhir tahun. Market cap yang saya lihat,” ujarnya di Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, Jumat (1/6/2016).

Pemerintah sedang menyiapkan berbagai instrumen investasi guna menyerap dana repatriasi. Hal yang sama juga dilakukan oleh BEI.

Tito ingin dana repatriasi bisa singgah cukup lama di pasar modal. Salah satu caranya dengan mengunci dana tersebut supaya tidak cepat keluar.

“Yang diikat adalah rekening dana nasabahnya. Kamu kalau buka akun efek, harus buka rekening dana nasabah, ini di-lock up tapi boleh transaksi jual beli di bawahnya ini yang di-lock up (rekening dana nasabah),” ujarnya.

Ia memperkirakan periode penguncian yang cukup adalah sekitar tiga tahun. Setelah tiga tahun dananya berputar di pasar modal, investor bisa menarik untung sekaligus modalnya.

“Ya (kalau sudah 3 tahun) terserah, mau balik bebas,” ungkapnya.

Source : detik.com